Kota Mosul di Irak memang tengah dilanda perang antara ISIS dengan Pemerintah Irak. Tetapi perang tidak membuat warga Kota Mosul berhenti menjalani kehidupan.
Untuk meredakan stress dan lelah, sebuah pemandian mata air panas, serta spa di Mosul dibuka kembali untuk warga, setelah sebelumnya ditutup akibat perang yang berkepanjangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemandian di Hammam al-Alil ini bak oasis di tengah carut marut perang yang terjadi di Kota Mosul. Menurut pengakuan Latif Mohammed, pekerja pemandian dan spa, tak kurang 200 orang berkunjung ke Hammam al-Alil setiap harinya.
"Kami punya 200 orang pengunjung setiap harinya. Dari mulai warga lokal, sampai tentara," kata Mohammed seperti ditulis Reuters.
Ali Qader (47), salah satu pengunjung mengaku datang ke pemandian air panas Hammam al-Alil 3 kali dalam seminggu. Ali yang pensiunan tentara ini berkunjung ke pemandian untuk berendam air panas, mandi lumpur, dan juga spa.
"Aku ke sini 3 kali dalam seminggu. Ini sangat menyegarkan, dan bagus untuk kulitmu," ujar Ali.
Meski sedikit mengobati duka akibat perang, tetapi perjalanan untuk menuju ke pemandian ini rupanya membutuhkan perjuangan tersendiri. Warga Mosul harus bertaruh nyawa demi bisa merasakan sensasi berendam air panas di mata air mengandung belerang di Hammam al-Alil.
"Kami pergi pukul 01.00 dinihari untuk menghindari sniper ISIS. Kami berjalan kaki ke pos pemeriksaan tentara, dan sampai ke tempat ini pada malam hari," ucap Omar Abdullah (20), yang datang ke Hammam al-Alil bersama dengan 20 orang teman dan anggota keluarganya.
Belum lagi ada aturan soal berpakaian di pemandian umum. Mereka dilarang untuk langsung memakai celana dalam selama di pemandian, melainkan harus memakai celana pendek lagi yang menutupi lutut, atau kalau tidak polisi syariah akan menghukum cambuk.
"Kalau kamu cuma memakai celana dalam, tentara ISIS akan menyambukmu. Para Hisbah (Polisi Syariah) akan datang dan memeriksa setiap orang, dari jenggot pria sampai jilbab wanita," kisah Wael Abdullah (12).
Di pemandian Hammam al-Alil, traveler bisa berendam di kolam air panas yang mengandung belerang, atau bisa juga mandi lumpur yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Kandungan belerang memang dikenal mampu membuat kulit lebih halus.
Sesudah puas mandi lumpur, atau belerang, traveler bisa mandi sambil dipijat oleh penyedia jasa pijat di sana. Tentunya mereka dibedakan berdasarkan jenis kelamin, terpisah antara laki-laki dan perempuan.
Meski bisa sedikit refresing, tetapi berwisata di Hammam al-Alil tidak sepenuhnya aman. Ada ancaman serangan ISIS sewaktu-waktu, kapan saja setiap harinya. Terkadang Hammam al-Alil hanya buka setengah hari saja, bila ada kabar serangan tentara ISIS.
Pemandian air panas di Hammam al-Alil memang bak oase di tengah perang Mosul, tetapi tidak semua warga bisa menikmati kemewahan ini. Untuk membayar tiket masuk ke pemandian sebesar 1.000 Dinar Irak (setara Rp 11.300) saja, banyak dari mereka yang tidak sanggup membayar, karena sama sekali tidak memiliki uang.
Sepatutnya kita di Indonesia bersyukur bisa dengan bebas dan aman setiap berwisata ke pemandian air panas, atau bahkan kemana pun kita mau. Semoga konflik di Mosul cepat berakhir, dan warga bisa beraktivitas kembali dengan aman, serta bisa menikmati Pemandian air panas Hammam al-Alil dengan lebih nyaman. (wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh