Dilansir dari BBC Travel, Sabtu (12/5) Budapest memiliki sekolah bernama GyermekvasΓΊtas Otton. Bukan sekolah sesungguhnya, tapi semcam tempat pelatihan anak-anak untuk menjadi masinis.
GyermekvasΓΊtas Otto terletak di pinggiran barat Budapest, jaraknya hanya 17 menit dari kota dan sekitar 48 menit dari bandara Budapest. lokasi ini bisa ditempuh dengan mobil atau bus karena Gyermekvasutas Otton berada di pinggiran jalur Huvosvolgy, salah satu dari 10 kota terpencil di Budapest. Jika traveler takut tersesat bisa hubungi agent traveling Budapest atau melihat di situs resmi pariwisata Budapest (budapest.com).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam kelas kita akan menemukan sebuah poster yamg kartun yang mengungkapkan secara detail prosedur keselamatan yang harus dilakukan bila seekor rusa atau seekor landak masuk dan membahayakan jalur kereta. Di sebelahnya ada cetakan biru yang bekerja dari dalam sebuah mainan besar yang berfungsi sebagai mesin lokomotif.
Gyermekvasutas Otthon bukanlah sebuah akademi khusus melainkan tempat latihan ektrakurikuler untuk Gyermekvasut 11,7 km, atau jalur kereta api 7 yang berkecepatan 20 km per jam. Kereta ini nantinya akan mengelilingi perbukitan Buda ke bukit Szechenyi di dalam hutan di pinggiran kota. Ini adalah jalur kereta yang terpanjang dan tercepat di dunia yang sepenuhnya dijalankan oleh anak-anak.
Kenapa anak-anak dipercayakan membawa kereta? Ternyata yang menjalan kereta bukan anak-anak, tetapi dikendalikan oleh orang yang telah berpengalaman. Anak-anak hanya bertugas sebagai penjual tiket, pemberi informasi dan mengendalikan sinyal dan jalur kereta.
Saat pagi para siswa berkumpul di halaman untuk melaksanakan upacara sebelum menjalankan tugas di dalam kereta. Mereka yang bertugas akan mengenakan seragam dan berkumpul mendekati tiang bendera. Setelah upacara selesai para supervisor akan membagikan jadwal dan menjelaskan tugas kepada anak-anak.
Pemerintah Hongaria mengadakan program ini dengan tujuan membentuk generasi muda yang siap kerja, memiliki jiwa disiplin dan jiwa kepemimpinan. Program pelatihan yang berada di sekolah ini tidak dapat diikuti oleh semua anak-anak.
Hanya anak-anak Hungaria yang berusia 10 sampai 14 tahun dan memiliki nilai bagus serta telah mengikuti pelatihan intensif selama enam bulanlah yang boleh ikut pelatihan. Setelah mereka mengikuti pelatihan barulah mereka diperbolehkan turun dan bekerja di stasiun kereta.
"Bekerja di stasiun tidak hanya menuntuk fisik yang kuat, tetapi juga mengajarkan aplikasi dari ilmu yang ada. Kegiatan menjual tiket mengajarkan matematika, mengamati perubahan mengajarkan fisika, dan menyambut atau melayani turis atau pengunjung dari negara lain mengajarkan bahasa Inggris," tambah Saringer.
Para turis yang ingin menaiki kereta akan diberikan tanda masuk berupa stempel. Stempel ini akan diberikan 50 menit sebelum keberangkatan. Kemudian anak-anak berseragam akan melayani penumpang di tempat duduk mereka. Anak-anak yang bertugas sebagai petugas peron akan memastikan waktu keberangkatan kereta.
Priiit! Peluit berbunyi. Kemudian lampu yang semula berwarna merah akan menjadi hijau. Anak-anak yang bertugas memberikan sinyal akan memberitahukan informasi melalui pengeras suara. Kereta siap berangkat.
(bnl/bnl)











































Komentar Terbanyak
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan
Naik Tiga Tingkat! Indonesia Kini di Posisi ke-2 Destinasi Ramah Muslim
Korsel untuk Pertama Kalinya Keluarkan Peringatan Darurat Gelombang Panas