Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 11 Jul 2017 18:30 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Coba Perhatikan, Kembaran Kuil Yunani Ini Dibuat dari Buku

Kurnia Yustiana
Redaksi Travel
The Parthenon of Books di Kassel, Jerman (AFP)
The Parthenon of Books di Kassel, Jerman (AFP)
Kassel - Sebuah replika Kuil Yunani dibangun di Jerman. Uniknya, kuil tersebut dibuat dari batu atau semen, melainkan dari 100.000 buah buku.

Jalan-jalan ke Kassel di Jerman, traveler bakalan melihat Parthenon alias kuil Dewi Athena. Ini memang bukan kuil yang asli melainkan replika dari Parthenon yang ada di Akropolis, Athena, Yunani. Replika kuil ini dibuat dari bahan yang tak biasa dan ramai dibahas media internasional.

Metro misalnya seperti dilihat detikTravel, Selasa (11/7/2017), replika kuil Dewi Athena itu merupakan karya seni yang dibuat oleh seniman Argentina bernama Marta Minujin (74).

Kuil ini menjadi bagian dari festival seni Documenta 14, yang berlangsung selama 100 hari dan menampilkan seni kontemporer. Tujuannya sebagai simbol perlawanan terhadap larangan dalam dunia penulisan.

(Ronny HartmannN/AFP/Getty Images)Replika ini terbuat dari buku (Ronny HartmannN/AFP/Getty Images)


Bangunan tersebut besarnya dibuat sama dengan Parthenon sungguhan, namun uniknya bahannya berbeda, yaitu 100.000 buku yang pernah dilarang beredar di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu karya seni tersebut diberi nama The Parthenon of Books.

BACA JUGA: Sudah Tahu? Museum Video Game Terbesar Dunia Ada di Jerman

Dikutip dari Lonely Planet, dalam pembuatannya Minujin dibantu oleh mahasiswa dari Universitas Kassel. Mereka membuat daftar 170 judul buku yang pernah dilarang beredar, kemudian Minujin meminta bantuan warga untuk membantu mengumpulkan 100 ribu buku-buku terlarang itu sejak tahun lalu.

Sejumlah buku yang digunakan untuk membangun buku ini termasuk The Da Vinci Code karya Dan Brown, The Kite Runner karya Khaled Hosseini, serta Gossip Girl karya Cecily von Ziegesar. Buku-buku yang telah terkumpul dilapisi plastik dan diletakkan di kerangka baja yang telah tersedia.

Seperti diberitakan Global Times, karya seni nan unik ini rupanya hanya bisa dilihat hingga 17 September 2017. Hingga pameran ditutup, Minujin akan terus mengumpulkan buku yang dilarang beredar. Setelahnya, buku-buku akan kembali dibagikan ke masyarakat umum.

BACA JUGA: Berkunjung ke Istana Sleeping Beauty di Jerman (krn/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: 5 Negara Penuh Petualangan

Jumat, 20 Okt 2017 09:25 WIB

Menurut BBC, 5 negara ini jadi tempat yang tepat bagi petualang. Makanan yang unik, destinasi cantik dan pesta semalam suntuk bisa kamu temukan!