Tradisi Ngeri Dapat Jodoh di China: Tarik-tarikan Ayam

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tradisi Ngeri Dapat Jodoh di China: Tarik-tarikan Ayam

Syanti Mustika - detikTravel
Sabtu, 22 Jul 2017 19:30 WIB
Tradisi Ngeri Dapat Jodoh di China: Tarik-tarikan Ayam
(Tyrone Siu/ Reuters)
Guiyang - Beda negara beda pula tradisi untuk mendapatkan jodoh. Di China ada yang terlihat mengerikan, dapat jodoh dengan cara tarik-tarikan ayam hidup!

Jodoh memang ada di tangan Tuhan, namun kita juga harus berjuang. Seperti pemuda China yang harus berebut ayam untuk mendapatkan pujaan hati.

Di Cina terdapat ritual kuno yang menggunakan ayam untuk mendapatkan jodoh. Dilansir detikTravel dari Reuters, Sabtu (22/7/2017) ritual ini dilakukan oleh penduduk Gantuan yang bermukim di Provinsi Guizhou, China. Tradisi ini telah berlangsung sejak 500 tahun yan lalu, namun sejak tahun 1990-an dihidupkan kembali dan dimodifikasi untuk kebutuhan penduduk dan wisatawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara ini dikenal dengan 'steal the chicken at the drum tower' yang diartikan mencuri ayam dari menara. Ritual ini melibatkan para pemuda yang nantinya akan bersaing berebut ayam yang diletakan di puncak menara oleh calon pengantin, atau pihak perempuan.

(Reuters)(Reuters)


Konon menurut cerita, tradisi ini bermula ketika seorang pengantin menolak menikah dengan sepupunya karena dia mencintai laki-laki lain. Maka pihak keluarga memutuskan jika dia ingin menikah dengan pihak luar, mereka berdua harus bersaing.

Pelamar dan sepupunya harus bersaing menjadi orang pertama yang memotong atau memutus leher ayam atau bebek. Ayam atau bebek ini nanti akan diletakan langsung oleh pengantin di suatu tempat. Bagi pria yang berhasil memutuskan kepala ayam dan membawanya ke hadapan pengantin, dialah yang berhak menikah dengan si perempuan.

Tradisi ini sempat dihentikan karena semakin berkembangnya zaman dan berubahnya gaya dalam mencari jodoh dan pernikahan. Pada tahun 1990-an tradisi ini kembali dihidupkan dan dimodifikasi sesuai kebutuhan masyarakat dan wisatawan.

Kini, bukan lagi antara dua pria yang menarik ayam. Melainkan, ayam akan ditahan oleh pihak wanita yang beramai-ramai, melawan beberapa pria. Ayam akan digantung di satu tiang, lalu para pria harus kuat menariknya. Para perempuan pun akan menggunakan pakaian berwarna warni dengan riasan tebal, untuk terlihat semenarik mungkin.

(Reuters)(Reuters)


Keseruan dan sorak-sorai penduduk terlihat tatkala ayam telah diletakan. Para pemuda yang ingin mendapatkan pujaan hatinya akan bersaing sekuat tenaga berebut ayam dan memutuskan kepalanya.

Sebenarnya terlihat sedikit mengerikan. Apalagi ayam yang ditarik adalah ayam yang masih dalam kondisi hidup. Tahun 2009, beberapa lembaga-lembaga kemanusiaan dan organisasi pelindung satwa sudah angkat suara untuk menentang tradisi ini. Namun, dari pemerintah China belum ada tindakan tegas.

"China tidak memiliki undang-undang yang komprehensif untuk memastikan kesejahteraan hewan atau undang-undang anti-kekejaman untuk melindungi hewan," kata Peter Li, penasehat kebijakan China untuk Humane Society International. (sym/aff)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads