Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 08 Nov 2017 18:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Jangan Macam-macam, Ini Para Petinju Cantik dari Pakistan

Bona
Redaksi Travel
Petinju dari Pakistan (Akhtar Soomro/Reuters)
Petinju dari Pakistan (Akhtar Soomro/Reuters)
Karachi - Wanita dan anak-anak kerap kali jadi korban kekerasan atau tindak kriminal. Mencoba melindungi diri, kini wanita Pakistan mulai menggeluti tinju.

Diintip detikTravel dari Reuters, Selasa (7/11/2017) perempuan Pakistan punya cara untuk melindungi diri sekaligus melindungi diri. Wanita-wanita ini mulai berlatih tinju.

Di Kota Karachi sebuah camp petinju wanita pertama kali digelar oleh Sindh Boxing Association pada bulan Oktober. Acara ini didukung langsung oleh pemerintah untuk para wanita dan olahraga.

Kalau dilihat, wanita dan anak-anak kerap jadi korban kejahatan. Tak terkecuali di Pakistan, yang sering kali menjadikan wanita korban dari pasukan Taliban. Juga pembunuhan perempuan yang dianggap mencoreng nama baik keluarga atau biasa disebut honour killings.

Para wanita berlatih tinjuPara wanita berlatih tinju Foto: (Akhtar Soomro/Reuters)
Enam bulan terakhir, sudah ada 6 atlet yang berlatih di Pak Shaheen Boxing Club di Lyari. Bangsal ini terbilang kecil dan tidak terkenal di Karachi.

Klub ini bberdiri pada tahun 1992 oleh seorang pelatih tinju, Younis Qambrani. Qambrani juga mengatakan bahwa wanita Pakistan telah berlatih sebagai petinju meski dalam jumlah kecil dan berkompetisi di Asian Games Selatan tahun lalu.

Selama seminggu, belasan anak perempuan berusia 8-17 tahun, pergi ke klub tinju setelah pulang sekolah. Mereka akan berbaris di dinding semen, menyentuh tangan mereka ke wajah mereka saat berdoa sebelum latihan tinju dimulai.

Di klub ini mereka berlatih teknik jabs, hooks dan upper cuts selama berjam-jam dengan harapan suatu hari membawa pulang medali ke Pakistan.

Mereka berlatih dengan penuh semangatMereka berlatih dengan penuh semangat Foto: (Akhtar Soomro/Reuters)
"Saya telah berlatih sejak masih kecil. Insyaallah, saya akan menjadi petinju internasional. Saya akan membuat nama Pakistan terkenal," kata Urooj Qambrani (15).

Sejumlah anak perempuan sangat antusias dalam pelatihan. Tekanan sosial dari berbagai tak mereka pedulikan.

"Tahun lalu seorang gadis mendatangi saya, bertanya mengapa anak perempuan tidak bisa berlatih. Saya tersentuh saat dia berkata, 'tidak ada yang mengajarkan kita bagaimana mempertahankan diri,'" kata Qambrani

Sejak saat itu, beberapa gadis telah mulai berpartisipasi dalam turnamen, di rumah di ring. Mereka menggunakan setelan jas putih, hijab dan sarung tinju.

"Dua paman saya adalah petinju internasional, dan ayah saya adalah pelatih. Tinju ada di dalam darah kami." ujar Anum Qambrani, anak dari pelatih tinju. (bnl/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED