Perkembangan teknologi dan arsitektur juga mempengaruhi dunia traveling. Para traveler disajikan beragam kenyaman baik di bidang transportasi, fotografi, dan akomodasi. Salah satunya adalah proyek penginapan bergaya piramida terbalik ini.
Dikumpulkan detikTravel dari beragam sumber, Selasa (28/11/2017) proyek piramida terbalik yang bernama Solo House ini akan dibangun di Matarrana. Daerah pegunungan yang berada di bagian timur Spanyol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Piramida terbalik dilengkapi kamar, ruang tamu, dan dapur. (ignant.com) |
Piramida terbalik ini dikembangkan oleh perusahan Prancis, dibawah pimpinan Christian Bourdais. Sekarang proyek yang dikembangkan Bourdais, dikembangkan oleh firma arsitektur yang berbasis di Tokto TNA, yang dipimpin Makoto Takei dan Chie Nabeshima.
Piramida terbalik ini dikonsep sebagai resort yang nyaman bernuansa alam. Pencahayaan yang cukup berasal dari rancangan atap berbentuk persegi. Jendela yang luas di bagian tengah, membuat kita bisa melihat pemandangan di sekitar hutan.
Kolam renang berada di atap bangunan. (ignant.com) |
Piramid ini nantinya memiliki tiga kamar, ruang makan di bagian dasar, dan dapur yang dikonsep se-artistik mungkin. Bangunan yang terdiri dari 4 lantai ini, nantinya dilengkapi dengan kolam renang di atapnya. Keren! (sym/aff)












































Piramida terbalik dilengkapi kamar, ruang tamu, dan dapur. (ignant.com)
Kolam renang berada di atap bangunan. (ignant.com)
Komentar Terbanyak
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam
Tak Ada Ampun, Thailand Hapus Teguran bagi Pengemudi Mabuk