Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Des 2017 16:30 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Manusia Seolah Berupaya Menghapus Kota Ini dari Peta Dunia, Kenapa?

Ahmad Masaul Khoiri
Redaksi Travel
Kota Hammerfest, Norwegia (Dok. BBC Travel)
Kota Hammerfest, Norwegia (Dok. BBC Travel)
Hammerfest - Selama berabad-abad, Kota Hammerfest di Norwegia diberkahi kekayaan alam yang melimpah. Tapi, kota pelabuhan itu sering mendapat kejadian yang hampir memusnahkannya.

Melansir BBC Travel, Rabu (6/12/2017), traveler harus berkendara jauh memasuki pesisir utara Norwegia dan mencapai wilayah Hammerfest, Finnmark. Lima ratus kilometer di dalam lingkaran Arktik, itulah semenanjung dengan tebing terjal.

Di musim dingin, jalan-jalan di Finnmark lenyap di bawah salju yang mengisolasi komunitas di sana. Selama berhari-hari di Kota Hammerfest hingga datangnya kegelapan kutub turun dari pertengahan November sampai akhir Januari suhu akan turun di bawah nol derajat.

Sejarah Kota Hammerfest lekat dengan bencana alam, kebakaran, wabah penyakit, dan perang yang berkepanjangan dari masa Napoleon sampai Nazi. Meski menjadi salah satu permukiman paling bersejarah di Eropa utara, pemandangan kota yang sangat modern ini mungkin malah mengejutkan traveler.

Manusia Seolah Berupaya Menghapus Kota Ini dari Peta Dunia, Kenapa?Foto: (Dok. BBC Travel)


Rumah papan yang begitu khas Norwegia akan traveler jumpai di sana. Ada pula etalase tradisional dari bekas kota perburuan paus ini. Di pelabuhannya ada Pusat Budaya Arktik dengan blok apartemen modern dan terminal pelayaran.

Sejak abad ke-18, setelah pedagang Eropa pertama yang disusul Amerika Utara tiba di tanah air Nordic Sea Sami, kota tersebut telah hancur, terbelah, diratakan sampai ke tanah dan secara harfiah dihapus dari waktu peta. Begitu terus menerus terjadi.

"Anda bisa melacak sejarah kami sekitar 10.000 tahun lagi tapi dari segi batu bata dan mortir kami menyimpulkan kota ini sangat muda. Ada semangat perintis di sini dan itulah alasan orang kembali. Ini adalah kota yang menimbulkan kemandirian dan kami telah belajar untuk bersama-sama," kata sejarawan 75 tahun, Jens Berg-Hansen.

Awalnya, orang-orang Eropa datang ke sini dikarenakan pelabuhan bebas es di kota itu. Hal itu akibat arus Teluk Atlantik yang hangat yang jarang terjadi di perairan utara tersebut.

Manusia Seolah Berupaya Menghapus Kota Ini dari Peta Dunia, Kenapa?Foto: (Dok. BBC Travel)


Dengan adanya hal tersebut, dikembangkanlah usaha perburuan internasional ke Samudera Arktik melalui Laut Norwegia dan Barents. Inilah era ketika anjing laut, paus, dan walrus disembelih untuk diambil daging, kulit, dan minyaknya.

"Mereka biasa mengatakan Anda bisa mencium Hammerfest sebelum Anda bisa melihatnya. Ini membawa orang-orang pada perdagangan, uang, dan banyak pengunjung internasional. Mereka juga mengatakan bahwa para wanita di sini secantik wanita Paris dengan cara berpakaiannya," kata Berg-Hansen.

Namun, saat-saat menyenangkan semacam itu tidak dapat bertahan lama, sejarah mencatat adanya tembakan pertama di pelabuhan selama Perang Napoleon. Hal itu dikarenakan pelabuhan bebas es dan lokasi yang strategis untuk perjalanan ke Rusia, Arktik, dan Inggris.

Pada bulan Juli 1809, Inggris menjarah Hammerfest selama seminggu dan membuat kota ini kelaparan. Setengah abad kemudian, sebuah badai memporak-porandakan gudang-gudang kota tersebut sebelum tragedi menyerang lagi pada tahun 1890, dua pertiga bangunan di pelabuhan hancur oleh kebakaran dahsyat dari toko roti.

Manusia Seolah Berupaya Menghapus Kota Ini dari Peta Dunia, Kenapa?Foto: (Dok. BBC Travel)


Cuaca Kota Hammerfest yang tidak dapat diprediksi membuat struktur pembangunan kota menjadi lebih modern. Misalnya, kota ini menjadi kawasan pertama di Eropa utara yang mengenal listrik juga lampu jalan.

Ada sejarah yang jauh lebih buruk lagi yakni ketika kota tersebut diinvasi Jerman pada tahun 1940. Wilayah yang dijadikan kamp penghalau Rusia di Front Timur empat tahun kemudian ini memaksa tentara Hitler untuk mundur dan kemudian dibumihanguskan oleh 1.000 tentara Nazi dan tidak meninggalkan apapun.

Saat itu bulan Oktober 1944 dan tanpa tempat berlindung, persediaan makanan yeng direncanakan bagi Tentara Merah agar kelaparan dan beku sampai mati. Dalam beberapa hari Kota Hammerfest dibakar.

Jalanan dihilangkan jejaknya dari peta, tiang telegram dirubuhkan dan jalur komunikasi pun terputus. Kota pelabuhan yang dihiasi reruntuhan itu menggambarkan seluruh penduduknya kehilangan tempat tinggal.

Dengan sistematis, Nazi merubuhkan 10.000 bangunan dan satu-satunya yang tersisa adalah kapel. Luar biasa, kebakaran berkecamuk selama empat bulan dan saat penduduk setempat melarikan diri, Hammerfest tidak ada lagi.

Tercatat dalam sejarah, Kota Hammerfest mengambil tempatnya di samping Kota Mostar di Bosnia, Kota Hiroshima di Jepang, dan Kota Dresden di Jerman dengan menjadi kota yang telah hancur namun telah bangkit dari abu. Saat ini, Hammerfest sudah kembali makmur karena kedatangan perusahaan gas cair.

Yang sedikit mengejutkan adalah bagaimana penduduk setempat melanjutkan kehidupannya juga membangun kota ini kembali selama ratusan tahun. Yang pasti, masyarakat di sana telah bertahan berabad-abad terlepas dari niat buruk manusia yang sebelumnya sering mengahncurkan kota dengan adanya perang. (msl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED