Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Mar 2018 07:16 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Inilah Tempat Penampakan Bibir Raksasa di Google Earth

Afif Farhan
detikTravel
Bibir raksasa di Google Earth (istimewa)
Bibir raksasa di Google Earth (istimewa)
Darfur - Kadang banyak penampakan aneh di Google Earth. Seperti salah satunya, terlihat bibir raksasa di tengah gurun. Tempat apa itu ya?

Dirangkum detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (6/3/2018) penampakan bibir raksasa itu berada di bagian barat negara Sudan, Afrika, tepatnya di kawasan Darfur. Bukan bibir dalam arti kata sebenarnya, melainkan dua bukit yang berbentuk seperti bibir jika dilihat dari ketinggian.

Apa itu Darfur? Ini merupakan kawasan gurun yang luas. Gurun yang dihuni penduduk suku Janjaweed dan berbatasan langsung dengan Republik Afrika Tengah dan Chad.

Sejatinya, Darfur punya panorama alam yang indah dan budaya asli masyarakatnya yang menarik. Plus, bukit berbentuk bibir yang bikin banyak orang penasaran.

Sayangnya, Darfur sudah dikenal oleh masyarakat Sudan sebagai wilayah perperangan. Di sana sering terjadi perang suku yang memakan banyak korban jiwa. Belum lagi, beberapa penduduk di sana meninggal karena kelaparan dan gizi buruk.

Penampakan bibir raksasa pada Google Earth di Darfur (Istimewa)Penampakan bibir raksasa pada Google Earth di Darfur (Istimewa)

Konflik Dafur yang dimulai sejak tahun 2003 antara kelompok Janjaweed, sebuah militer yang direkrut dari suku-suku Arab lokal, dan suku-suku non-Arab di daerah itu masih berlanjut. Pasukan PBB pun sudah turun tangan, tapi tetap saja beberapa kali sempat terjadi peperangan.

Seorang kontributor dari media Forbes, Francis Tapon pernah menceritakan tentang kehidupan di Darfur. Tulisan yang dipublish pada 1 Mei 2017 lalu berjudul 'Touring The Surprising Unseen Side Of Darfur', menceritakan pengalamannya saat plesiran ke Sudan dan Darfur.

"Saya merasa aman di sana," katanya.

Francis Tapon berkeliling Darfur dengan ditemani oleh penduduk setempat. Memang, di sepanjang jalan dia melihat banyak orang menenteng sejata dan memeprhatikannya. Namun hanya sampai di situ saja, dia tidak terancam sama sekali.

Pemandangan yang terlihat di Darfur (Reuters)Pemandangan yang terlihat di Darfur (Reuters)

Selama 10 hari, Francis Tapon berkeliling Darfur. Darfur ternyata di bagi 4 bagian yakni Gharb Darfur (Darfur Barat), Janub Darfur (Darfur Selatan), Zalingei (Darfur Tengah) dan Shamal Darfur (Darfur Utara). Francis Tapon pun ingin mendaki Jebel Marra di bagian tengah Darfur, tapi harus dnegan izin yang ketat.

Diketahui beberapa kawasan Darfur memang masih mencekam. Kalau pun ingin menjelajahi lebih jauh, harus dipandu penduduk setempat dan meminta surat keterangan kepolisian.

Kawasan gurun pasir Darfur (Thinstock)Kawasan gurun pasir Darfur (Thinstock)

BACA JUGA: Viana, Gurun Pasir di Tengah Samudera


Menurut Francis Tapon, sejatinya kawasan Darfur dapat disulap menjadi kawasan pariwisata dan bisa sebagai pemasukan bagi perekonomian. Hal itu pula sedang disiapkan dan dibangun pelan-pelan oleh pemerintah Sudan.

Dalam penelusuran detikTravel ke berbagai website, soal bukit berbentuk bibir raksasa diketahui ada di kawasan Gharb Darfur (Darfur Barat). Usut punya usut, sepertinya belum ada traveler yang mendatanginya, baru sebatas penampakan dari Google Earth saja.

Apa mungkin kamu akan jadi yang pertama datang ke sana?

Masih banyak tempat yang belum terjamah di Darfur (Thinkstock)Masih banyak tempat yang belum terjamah di Darfur (Thinkstock)
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA