Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Jun 2018 12:22 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Jejak Islam di Kota Kelahiran Jorge Lorenzo

Dadan Kuswaraharja
detikTravel
Foto: Masjid yang menjadi Katedral Palma de Mallorca atau La Seu (Dadan/detikTravel)
Foto: Masjid yang menjadi Katedral Palma de Mallorca atau La Seu (Dadan/detikTravel)
Palma de Mallorca - Jorge Lorenzo kembali naik podium di balapan MotoGP Italia akhir pekan lalu. Siapa sangka, kota kelahirannya memiliki jejak-jejak peradaban Islam.

Lorenzo lahir di Spanyol, tepatnya di Palma de Mallorca sebuah kota di Kepulauan Balears atau Balearik. Pulau ini berada di Laut Tengah dan letaknya cukup jauh dari daratan utama Spanyol.

Mirip seperti Nusa Tenggaranya Indonesia. Iklim Mallorca cukup hangat, dengan cuaca khas Mediterania, yang bikin kita betah berlama-lama di pantai.

Mallorca seperti beberapa bagian Spanyol lainnya pernah dikuasai oleh orang Islam. Menurut beberapa literatur, orang Islam pertama kali menjejakkan kaki mereka di Mallorca pada tahun 700-an. Mereka datang dari Arab dan Afrika.

Jejak Islam di Kota Kelahiran Jorge LorenzoKereta kuda di sekeliling Katedral Palma de Mallorca (Dadan/detikTravel)

Orang Islam berjaya di Mallorca sampai sekitar tahun 1229. Kejayaan Islam saat itu takluk di tangan Raja James I dari Aragon.

Kabarnya Raja James I marah gara-gara orang Moor merampas kapal milik Kerajaan Catalan, sampai akhirnya dia memutuskan membawa 15.000 orang, 500 kuda, dan 155 kapal untuk menyerbu Mallorca. Mallorca pun kemudian jatuh ke tangan Aragon.

Seiring berkuasanya Raja James, pengaruh Islam mulai hilang, salah satunya masjid. Masjid utama di Mallorca diubah menjadi gereja. Raja James I memang sempat bersumpah, jika berhasil menguasai Mallorca akan membangun gereja di Mallorca.

Jejak Islam di Kota Kelahiran Jorge LorenzoMonumen di Mallorca (Dadan/detikTravel)
Masjid yang sudah dibangun umat Islam di Mallorca lokasinya sudah sangat pas menghadap ke laut. Karena itu Raja James I memutuskan untuk membangun gereja di tempat yang sama. Gereja itu akhirnya kini dikenal sebagai Katedral Palma de Mallorca atau La Seu.

BACA JUGA: Kisah Kota Kecil Spanyol yang Damai Tanpa Polisi

Sementara masjid yang masih bisa kita temui di beberapa tempat di Mallorca namun ukurannya tidak besar-besar, yang paling besar di pusat kota hanya bisa menampung sekitar 200 jemaat. Itu pun dari luarnya terlihat hanya seperti bangunan rumah biasa, tidak seperti masjid pada umumnya.

Jejak Islam lainnya bisa kita lihat pula di Istana Alfabia yang merupakan penguasa Islam terakhir di Mallorca.

Jejak Islam di Kota Kelahiran Jorge LorenzoKawasan Port de Sollier (Dadan/detikTravel)

Destinasi Wisata di Palma de Mallorca

Saat dikunjungi detikTravel, Katedral La Seu memang menjadi obyek wisata utama di Mallorca. Banyak turis yang memanfaatkan waktunya untuk naik kereta kuda di sekeliling katedral atau dilukis oleh seniman lokal yang banyak bertebaran di sisi-sisi katedral.

Saat ini, Mallorca menjadi salah satu destinasi favorit orang Eropa. Bahkan ada anekdot, Mallorca ini terbelah menjadi dua bagian, bagian Jerman dan Inggris.

Hal itu dikarenakan saking banyaknya orang Jerman dan Inggris yang senang melancong di sini. Bagian barat tempatnya orang Inggris, sedangkan timur Mallorca tempat orang Jerman nongkrong.

Pantai pastinya menjadi salah satu lokasi favorit. Anda bisa menuju Port de Sollier, atau ke Parc Natural de Mondrago, pantai yang memiliki taman ekologi. Garis pantainya membuat Anda bisa betah jalan berjam-jam sambil menikmati warna air pantai yang biru kehijau-hijauan. (msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED