Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 12 Sep 2018 19:42 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Pasar Paling Berbahaya: Jualannya di Rel, Keretanya Masih Lewat

Syanti Mustika
Redaksi Travel
Foto: Pasar di jalur kereta api di Thailand (dok video BBC)
Foto: Pasar di jalur kereta api di Thailand (dok video BBC)
Bangkok -
Siapapun pasti senang berbelanja di pasar. Namun di Thailand ada pasar yang paling berbahaya di dunia. Jualannya di rel dan keretanya masih lewat!

Mungkin bagi wisatawan melihat pasar yang berada di jalur kereta aktif adalah hal yang menakutkan. Namun tidak bagi warga Thailand yang berada di jalur kereta Maeklong, Provinsi Samut Songkhram. Mereka bersahabat dengan kereta.

Dilansir detikTravel dari CNN Travel, Rabu (12/9/2018) pasar yang berbahaya ini bernama The Folding Umbrella Market, Pasar Payung Lipat. Pasar ini berada di jalur kereta api Stasiun Maeklong Thailand. Stasiun ini berjarak 80 Km dari Kota Bangkok.

Pasar Paling Berbahaya: Jualannya di Rel, Keretanya Masih Lewat(dok video BBC)
Sama seperti pasar pada umumnya, para pedagang menjual segala kebutuhan pangan rumah tangga. Namun yang membuatnya berbeda adalah lokasinya yang berada di tengah-tengah jalur kereta api aktif. Karena itulah pasar ini termasuk ke dalam pasar paling berbahaya di dunia.

Kereta api melewati jalur ini dalam sehari sebanyak 8 kali. Kereta api tiba di stasiun pada pukul 08.30, 11.10, 14.30, dan 17.40 dan meninggalkan stasiun pada pukul 06.20, 09.00, 11.30, dan 15.50 waktu setempat.

BACA JUGA: Lomba Lari Unik di Thailand, Pakai Jas & Gaun Pengantin

Apa yang terjadi bila kereta api melintas di pasar? Para pedagang ternyata telah menyiasati kondisi setiap kereta dengan payung lipat mereka. Para pedagang telah hafal jadwal kereta melintas, jadi saat kereta datang mereka telah bersiap untuk mempersilakan kereta lewat dengan mengangkat payung ke arah pinggir rel.

Setelah kereta melintas, pedagang akan kembali mengembangkan payung kedainya dan berdagang seperti tidak terjadi apa-apa. Hal ini berulang sebanyak 8 kali sehari. Tak dipungkiri, pemandangan tak biasa ini menjadi daya tarik wisatawan.

Nah, kamu berani berbelanja di sini?
(sym/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED