Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 24 Okt 2018 22:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Kisah Horor Fiji, Negara Cantik yang Dikunjungi Pangeran Harry

Shinta Angriyana
detikTravel
Kepulauan Fiji (Fiji Tourism)
Kepulauan Fiji (Fiji Tourism)
Suva - Pangeran Harry dan Meghan Markle sedang berkunjung ke beberapa negara di Oseania. Salah satunya adalah Fiji, yang cantik tapi horor!

Setelah Australia, kini pasangan itu berkunjung ke negara cantik di wilayah Oseania, yakni Fiji. Menjadi sebuah negara kepulauan, yang memiliki berbagai macam keindahan laut yang memesona.

Letaknya berada di selatan Samudera Pasifik, tepatnya sebelah timur Vanuatu. Dulunya, Fiji merupakan negara jajahan Inggris selama 96 tahun. Kemudian memperoleh kemerdekaan pada tahun 1970. Tidak heran, jika bendera Fiji memiliki unsur bendera Inggris.

Salah satu sudut pulau Fiji (Yulianto/d'Traveler)Salah satu sudut pulau Fiji (Yulianto/d'Traveler) Foto: undefined

Dirangkum detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (24/10/2018) Fiji memiliki total 322 pulau, namun hanya 106 yang bisa dihuni manusia. Fiji pun juga memiliki penduduk resmi bernama Lapita, yang sudah menghuni negara tersebut sejak 3.000 tahun lalu.

BACA JUGA: Saat Pangeran Harry dan Meghan ke Pulau Pasir Terluas di Dunia

Dengan jumlah tersebut, Fiji memiliki sudut-sudut yang cantik. Misalnya, dari pantai cantik, tebing-tebing indah bahkan jejak sejarah yang bisa dikunjungi wisatawan.

Daya tarik utamanya memang wisata laut yang menghadirkan pasir putih dengan pemandangan cantik. Resor-resor mewah bintang lima juga bisa ditemukan di Fiji.

Keindahan laut Kepulauan Fiji (Fiji Tourism)Keindahan laut Kepulauan Fiji (Fiji Tourism) Foto: undefined


Namun, ada kisah mistis di balik keindahannya. Traveler tahu, bahwa dulunya Kepulauan Fiji adalah saksi bisu kaum kanibalisme?

Begini ceritanya. Dulu, praktek kanibalisme merupakan hal umum di Fiji. Membunuh dan memakan manusia merupakan kejadian yang biasa saja. Bahkan, seorang misionaris bernama Thomas Baker pernah menjadi korban.

Bukan karena ia menyebarkan agama, tetapi karena ia tidak sengaja menyentuh pemuka desa setempat. Menurut penduduk, hal ini merupakan penghinaan sekaligus ancaman bagi penduduk.

 Museum di Pulau Fiji (Fiji Tourism) Museum di Pulau Fiji (Fiji Tourism) Foto: undefined


Akhirnya, sang Ratu, Seru Cakobau menganut Agama Kristen. Jadilah praktek kanibalisme di Fiji sudah berhenti sekitar tahun 1800-an. Tidak heran, jika jejak kanibalisme di Fiji masih ada, seperti makam seorang kanibal terkenal bernama Ratu Udre-udre.

Traveler mau coba berkunjung ke Fiji? Kamu bisa t (sna/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA