Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 21 Des 2018 19:45 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Atraksi Berani Mati Pemburu Madu di Nepal

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Pemburu madu di Nepal (BBC)
Pemburu madu di Nepal (BBC)
Kathmandu - Apa yang paling dikenal dari Negara Nepal? Pegunungan Himalaya pastinya. Namun di sana ada atraksi mengerikan dari para pemburu madu.

Dilihat detiktravel dari video BBC, Jumat (21/12/2018), tarveler yang datang ke Nepal dapat menemui para pemburu madu pemberani ini. Berburu madu di alam liar adalah salah satu tradisi tertua di sana.

Hanya ada di pedesaan Nepal, kegiatan memburu madu itu juga merupakan salah satu kegiatan yang sangat berbahaya. Para pemburu harus melakukan perjalanan ke sarang lebah dengan cara menggantung di tangga dan menggantung di jurang.

Cerita salah satu pemburu, dia disengat 300 lebah madu. Para pemburu madu harus bergelantungan 200 meter di jurang dan jika salah menginjak maka dipastikan jatuh dan mati.


Mengambil madu sudah diwariskan dari generasi ke generasi. Inilah salah satu kekayaan alam Nepal. Jadi seluru warga desa akan ikut mengambil dan membantu pengambilan madu ini.

Tangga yang terbuat dari bambu menuruni jurang itu haruslah kuat. Para pemburu juga harus percaya satu sama lain selama pekerjaan itu berlangsung.

Jika kamu tak memiliki tekad yang kuat dipastikan tak bisa mengambil madunya. Saat menuruni tebing itu pasti ada rasa takut, namun saat sudah di depan sarang lebah semua rasa itu hilang, kata salah satu pemburu.

Saat bergelantungan di tepi jurang dan dekat dengan sarang lebah, para pemburu madu ini mulai mengibas-ibaskan alat tradisional yang mengeluarkan asap. Asap akan membantu pemburu madu mengecoh si lebah agar tak berada di sarangnya terus menerus.


Para pemburu pun harus menahan rasa sakit saat disengat lebah-lebah itu karena sarangnya diusik. Baju yang mereka kenakan belum mampu melindunginya dari sengatan.

Jerih payah ini dibayar mahal dengan hasil yang diperoleh. Panen madu dilakukan dua kali setahun yakni di musim semi dan musim gugur.

Tak hanya itu, aktivitas ini juga daya tarik tersendiri bagi turis yang ikut dengan mereka. Karena, hal itu juga menjadi pendapatan tambahan.

Turis akan membayar agar bisa ikut kegiatan para pemburu madu. Seharinya, para turis akan membayar USD 400-800 atau sekitar Rp 5,8-11,6 juta.

Uang dari turis ini menjadi berkah tersendiri. Karena warga bisa membangun desanya agar menjadi lebih baik, contohnya untuk membangun jalan.

Dari laporan wartawan BBC lainnya, Aamir Peerzada dan Neha Sharma pemburu madu dapat ditemui di distrik Lamjung yang terpencil di Nepal. Mereka mencari tahu mengapa begitu banyak penduduk desa bersedia mempertaruhkan hidup mereka untuk mengumpulkan madu. (msl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED