Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 31 Des 2018 07:25 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

The Kite Museum China, Melihat Asal Muasal Layang-layang

Bona
detikTravel
Lu Ban, Dewa Arsitektur di China (Bonauli/detikTravel) (Bonauli/detikTravel)
Weifang - Layang-layang jadi benda penting dalam perjalanan sejarah China. Selain jadi alat perang, layang-layang juga dibuat dengan bentuk unik.

Menjadi tempat lahir dari layang-layang, Weifang punya banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Setelah Desa Wisata Yangjiabu, ada The Kite Museum yang juga tak kalah bagus.

detikTravel bersama Dwidaya Tour berkunjung ke Kota Weifang di Provinsi Shandong, China, pekan lalu. Museum ini menjadi salah satu destinasi yang sayang untuk dilewatkan.

The Kite Museum berjarak sekitar 15 menit dari Desa Wisata Yangjiabu. Masih berada di tengah kota, museum ini berdiri dengan ikon patung Lu Ban di depannya.

(Bonauli/detikTravel)The Kite Museum (Bonauli/detikTravel)

Di dalam museum, wisatawan akan diajak untuk melihat-lihat koleksi layang-layang dari masa ke masa. Berbeda dari zaman sekarang, dulu layang-layang jadi salah satu taktik perang.

Dibuatnya pun tak sembarang. Kebanyakan layang-layang dibuat dari sutera atau kulit sapi agar kuat. Bahkan ada yang dibuat menyerupai hewan aslinya, seperti burung.

(Bonauli/detikTravel)Ruang pameran museum (Bonauli/detikTravel)

Yang unik, ada layangan lonceng. Jadi jika layangan ini diterbangkan, maka akan menghasilkan suara di udara.

Museum ini juga menyimpan berbagai layangan dari event internasional seperti Olimpiade dan Piala Dunia Korea-Jepang 2002. Layangan dari Indonesia juga ada di sini lho!

(Bonauli/detikTravel)Layangan dari Indonesia (Bonauli/detikTravel)

Koleksi-koleksi tersebut diletakkan di beberapa ruangan. Bahkan ada ruangan yang dikhususkan untuk 100 jendral yang berjasa dalam sejarah layangan.

Semua koleksi layangan dirawat dengan baik dan dimasukkan ke dalam etalase kaca. Wisatawan juga diberikan informasi denngan keterangan dalam dua bahasa, Mandarin dan Inggris.

Yuk, main ke The Kite Museum, gratis!

(Bonauli/detikTravel)(Bonauli/detikTravel)
(bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA