Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 03 Feb 2019 20:55 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Batu Prasasti dan Cerdiknya Kaisar China

Bona
detikTravel
Prasasti dari Kaisar Kangxi di Temple of Confucius (Bonauli/detikTravel)
Qufu - Para leluhur China memang terkenal cerdik dan maju dalam berpikir. Salah satunya kisahnya adalah kaisar cerdik yang memindahkan batu prasasti lewat air.

Ajaran Kong Hu Cu dari Konfusius begitu melekat dalam kehidupan masrayakat China. Bahkan setelah meninggal, Temple of Confucius masih terus didatangi oleh kaisar-kaisar.

Temple of Confucius sendiri berada di Kota Qufu, Provinsi Shandong, China. Kota ini menjadi tempat kelahiran Konfusius. detikTravel bersama Dwidaya Tour dibuat kagum dengan keindahan kelentang ini.

Dari kelenteng ini ada banyak cerita menarik tentang Konfusius dan kedekatannya dengan kerajaan. Hal ini terlihat dari banyaknya batu prasasti yang ditinggalkan oleh raja saat berkunjung.

"Tiap berkunjung, raja-raja akan meninggalkan batu prasasti yang berisikan komentar dan doa untuk Konfusius. Konfusius dipercaya sebagai dewa," ujar Dennis, pemandu dari China International Travel Service.

Batu-batu tersebut akan diukir dengan huruf kaligfari China. Sebagai persembahan, prasasti tersebut juga diletakkan di atas Bi Xi dan di dalam gazebo.

(Bonauli/detikTravel)(Bonauli/detikTravel)


Prasasti yang paling istimewa datang dari Kaisar Kangxi, kakek dari Qianlong yang terkenal. Prasasti ini punya cerita menarik sebelum diletakkan di Temple of Confucius.

BACA JUGA: Confucius Hall, Pemandangan Rp 20 Triliun di China

Dulu kala, semua batu prasasti yang ingin diletakkan di kelenteng ini dibuat oleh warga lokal. Qufu memiliki banyak perngarajin dan batu bagus dari pegunungan.

"Tapi Kangxi berbeda, ia membuat batu prasasti di Beijing, sebelum berangkat ke kelenteng ini," cerita Dennis.

Sebagai persembahan terbaik, batu prasasti tersebut memiliki berat 30 ton. Karena berat, batu ini tidak bisa diangkut begitu saja oleh pengawal. Jadi bagaimana caranya?

(Bonauli/detikTravel)(Bonauli/detikTravel)


"Lewat sungai. Beijing memiliki sungai yang bagus, tapi tidak dengan Qufu. Jadi bagaimana?" tanya Dennis, mengetes.

Batu tersebut tidak bisa dingakut dengan perahu karena terlalu berat. Belum lagi kedalaman sungai di Qufu memberikan pengaruh dari beban perahu.

"Chinese people is very clever, pada saat itu udara mulai dingin. Sehingga mereka menunggu hingga air sungai menjadi es," lanjut Dennis.

Batu prasasti tersebut tidak diangkut tapi diseret di atas sungai yang jadi es dari Beijing hingga Qufu. Hanya dalam waktu satu bulan, batu prasasti tersebut tiba di Qufu. Wah, tak heran kalau negeri tirai bambu jadi salah satu negara maju! (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA