Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 08 Feb 2019 18:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Rumah Pencipta Ajaran Konghucu di China yang Semegah Istana

Bona
detikTravel
Confucius Mansion di Qufu (Bonauli/detikTravel)
Confucius Mansion di Qufu (Bonauli/detikTravel)
Qufu - Konfusius adalah filsuf agung yang menciptakan ajaran Konghucu. Dia dianggap dewa dan rumahnya di China semegah istana.

Filsuf Konfusius memberikan banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat China. Apalagi di bidang pendidikan. Tempat Konfusius mengajar kini dijadikan kelenteng, sedangkan rumahnya terbuka untuk umum.

Bertempat di Kota Qufu, Provinsi Shandong, China, detikTravel menyambangi Confucius Mansion. Seperti namanya, kediaman Konfusius jadi yang paling luas di kota ini.

"Tanpa Konfusius, masyarakat China tidak punya kehidupan. Konfusius dianggap juga sebagai dewa. Itulah mengapa sejak dulu Confucius Mansion jadi rumah paling luas yang ada di Qufu," ujar Dennis, pemandu dari China International Travel Service.

Setelah melewati pintu unik yang hanya terbuka 3 kali setahun, wisatawan akan dibawa ke sebuah rumah. Rumah ini berisi bendera kerajaan.

 (Bonauli/detikTravel) (Bonauli/detikTravel) Foto: undefined


"Keluarga Konfusius dekat dengan kerajaan, bahkan keturunan Konfusius menjadi pejabat tertinggi di Qufu https://www.detik.com/tag/qufu. Secara langsung, Confucius Mansion juga rumah dinas para pejabat daerah," jelas Dennis.

Bendera-bendera tersebut disebut Dragon Flag, yang akan dibawa oleh pengawal di barisan paling depan. Bendera tersebut memiliki tulisan yang berbeda-beda.

"Hanya kaisar yang punya Dragon Flag, itu Ada yang bendera yang memiliki arti diam sampai berlutut. Jika pengawal membawa bendera ini, maka warga yang ada di sekitar tersebut harus diam, memberi jalan dan berlutut," cerita Dennis.

Selain Dragon Flag, keturunan Konfusius juga diperlakukan spesial. Master of mansion atau kepala rumah tangga dari Confusius Mansion diperbolehkan untuk mengendarai kuda di Forbidden City. Hanya beberapa orang tertentu yang diberi kekuasaan ini.

(Bonauli/detikTravel)(Bonauli/detikTravel) Foto: undefined


"Keturunan Konfusius juga dianggap layaknya dewa. Terkadang kaisar memerintahkan master of mansion untuk pergi ke suatu tempat. Ia diberi kuasa untuk menghukum yang bersalah layaknya kaisar," tutur Dennis.

Rumah ini layaknya kerajaan di Qufu. Siapa yang melanggar akan diberi hukuman. Jika kesalahannya kecil, ia hanya akan diberi hukuman. Tapi jika kesalahan besar maka orang tersebut akan diadili oleh master of mansion.

Berbagai peninggalan bersejarah berupa batu prasasti juga dipamerkan di mansion ini. Yang paling favorit adalah batu prasasti dari Dragon Lady.

 (Bonauli/detikTravel) (Bonauli/detikTravel) Foto: undefined


"Saat itu Dragon Lady berulang tahun yang ke-90. Dragon Lady mengirimkan batu ini sebagai kenang-kenangan. Dragon Lady menjadi pemimpin tertinggi zaman itu. Sehingga batu prasasti ini jadi yang paling favorit," cerita Dennis.

Layaknya komplek kerajaan, tempat ini dijaga dengan ketat. Tak semua bangunan dibuka untuk umum. Rumah-rumah yang tidak dibuka untuk umum masih memiliki perabotan yang sama sejak ditinggalkan.

Wisatawan bisa mengintip gaya interior mansion ini dari balik jendela. Kebanyakan perabotan diisi dengan warna merah sebagai lambang keberuntungan.


(sym/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA