Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 03 Apr 2019 22:30 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Tempat Terpencil Bumi yang Jadi Lokasi Pembantaian Mamalia Laut

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Lanskap Pulau Georgia Selatan (Shafik Meghji/BBC Travel)
Lanskap Pulau Georgia Selatan (Shafik Meghji/BBC Travel)
South Georgia - Mengenaskan, sejatinya inilah pulau terpencil di Bumi. Tapi justru, jadi tempat pembantaian mamalia laut seperti paus dan anjing laut.

BBC Travel memberitakannya, Rabu (3/4/2019), yakni sebuah pulau dengan lanskap gletser, pegunungan dan jurang yang dalam. Namanya South Georgia dengan jarak terdekat dari kehidupan manusia sejauh 1.400 kilometer.

Di sini ada kamp perburuan paus juga ombak yang baik untuk berselancar di Stromness Bay. Lanskap pantainya berkerikil abu-abu dan traveler harus hati-hati dengan anjing laut berbulu dan anjing laut gajah.

Di ujung teluk South Georgia, terletak di lereng gunung dan dikelilingi oleh tanah rawa, ada sekelompok bangunan besi yang bobrok berkarat. Sebagian besar atap dan dindingnya tidak ada lagi.

Sepertinya bencana alam telah melanda dengan tanda 'Asbestos' atau 'Keep Out'. Itulah gambaran stasiun perburuan paus kini, namun seabad yang lalu Stromness adalah bagian dari industri yang sangat menguntungkan juga brutal yang mengubah South Georgia menjadi ibu kota perburuan paus Atlantik Selatan.

Seb Coulthard, pemandu ekspedisi dan sejarawan Polar Latitudes, memberi tahu bagaimana Ernest Shackleton tiba di Stromness pada tahun 1916. Pelariannya sejauh 1.300 km dari Pulau Gajah, salah satu Kepulauan Shetland Selatan yang terletak persis di utara Semenanjung Antartika berhenti di South Georgia karena terjebak es.

Untuk penjelajah kutub, stasiun perburuan paus mewakili sebuah peradaban, tetapi saat ini alam perlahan-lahan merebutnya kembali. Anjing laut berbulu yang dilindungi, penguin berjalan melewati gudang-gudang yang hancur dan burung-burung skuas menempati kembali sungai yang pernah dialiri darah puluhan ribu ikan paus.

South Georgia merupakan wilayah luar negeri Inggris sub-Antartika di Atlantik Selatan. Jarak terdekat dengan tetangganya terdekat yang dihuni manusia, yakni Kepulauan Falkland sekitar 1.400 km dan hanya dapat diakses melalui laut.

Mayoritas 18.000 orang yang mengunjungi South Georgia setiap tahun yang menggunakan kapal pesiar Antartika. Pulau ini membentang seluas 3.755 km persegi dan sekitar setengahnya tertutup secara es permanen (akibat perubahan iklim, gletsernya mencair secara drastis).

Tempat Terpencil Bumi yang Jadi Lokasi Pembantaian Mamalia LautFoto: (Shafik Meghji/BBC Travel)


Meski terisolasi dan lingkungan yang keras, South Georgia pernah menjadi bagian penting dari ekonomi global. Terlihat pertama kali pada tahun 1675, pulau tak berpenghuni ini diklaim untuk Britania Raya oleh James Cook pada tahun 1775.

Laporannya tentang populasi anjing laut yang melimpah membangkitkan minat para pemburu anjing laut dari Inggris dan Amerika Serikat. Di lebih dari satu abad, anjing laut bulu Georgia Selatan diburu sampai hampir punah dan pada awal 1900-an dilakukan penyegelan, tetapi dengan cepat digantikan oleh industri yang sama-sama berdarah.

Berlayar ke selatan Stromness, traveler akan menemui bangkai kapal dan gunung es mini, yang menjadi lokasi stasiun perburuan paus pertama di Georgia Selatan, Grytviken. Saat ini merupakan lokasi pemukiman utama pulau itu, rumah bagi 15-30 orang, kebanyakan dari mereka adalah ilmuwan dan pejabat pemerintah, yang tinggal untuk beberapa waktu.

Di Grytviken ada makam Shackleton. Lanskap kawasan bekas industri ini memiliki menara, gudang, pembangkit listrik, labirin pipa yang saling terhubung dan kompor lemak yang semuanya tertutup karat, bahkan ada kumpulan tulang paus menyembul di tanah berlumpur.

BACA JUGA: Kisah Gunung Sourabaya di Samudera Atlantik

Pada tahun 1902, penjelajah kutub dari Norwegia Carl Anton Larsen berhenti di Georgia Selatan. Setelah ditemukannya try-pot sealer (yang digunakan untuk membuat minyak dari lemak), daerah tersebut dinamai Grytviken (Pot Cove dalam bahasa Norwegia).

Ketika mereka melihat ke air, dulu, mereka melihat ratusan paus di teluk ini saja. Industri perburuan paus di belahan bumi utara menurun karena menipisnya populasi paus, Larsen pun melihat peluang bisnis. Dia kembali ke Grytviken pada November 1904 dan mendirikan stasiun perburuan paus, cepat berkembang, pada 1912 ada enam stasiun perburuan paus di South Georgia, termasuk Stromness.

Awalnya para pemburu paus hanya tertarik pada blubber (lemak mamalia laut), tetapi kemudian ada peraturan yang memaksa mereka untuk menggunakan seluruh bagian tubuhnya. Daging dan tepung tulang dijual sebagai pakan ternak dan pupuk, minyak ikan paus adalah komoditi sebenarnya.

Tempat Terpencil Bumi yang Jadi Lokasi Pembantaian Mamalia LautFoto: (Shafik Meghji/BBC Travel)


Minyak terbaik masuk ke produk makanan seperti margarin dan es krim. Kelas dua digunakan untuk sabun dan kosmetik, dan yang terburuk digunakan dalam proses industri.

Minyak ikan paus juga mengandung gliserol yang digunakan dalam pembuatan bahan peledak dan pelumas berkualitas tinggi untuk senapan, kronometer dan peralatan militer lainnya. Akibatnya, permintaan melonjak selama Perang Dunia Satu dan Dua.

Ada 450 orang di Grytviken dalam masa jayanya, bekerja dengan shift 12 jam, tujuh hari seminggu, dalam suhu yang bisa turun di bawah -10C. Larsen ingin sekali memenuhi kebutuhan spiritual pekerjanya hingga membangun gereja yang mengesankan.

Dari data pajangan di dalam sebuah rumah berisi angka 175.250 paus dibantai di South Georgia antara tahun 1904 dan 1965. Industri itu runtuh karena perburuan yang berlebihan dan perkembangan dalam industri petrokimia, dan di Antartika secara keseluruhan ada banyak 'kapal pabrik' yang membantai paus di atas kapal, hampir 1,5 juta antara tahun 1904 dan 1978, ketika perburuan spesies akhirnya berakhir.

Populasi paus belum pulih. Komisi Penangkapan Ikan Paus Internasional (IWC) mengatakan jumlah paus biru di belahan bumi selatan telah turun dari 200.000 ekor ke jumlah ribuan.
Diperkirakan ada 60.000 paus jenis humpback di belahan bumi selatan, tetapi ini juga jauh lebih rendah daripada era pra-perburuan paus. Pada bulan September 2018, IWC berencana untuk mendata perburuan paus Atlantik Selatan dan ditolak oleh negara-negara pemburuan paus.

Jepang kemudian mengumumkan akan memulai perburuan ikan paus komersial untuk pertama kalinya dalam tiga dekade dan memicu kemarahan global. Nasib paus suram, tetapi South Georgia telah menjadi model konservasi yang mustahil dilakukan.

Salah satu cagar laut terbesar di dunia, Kawasan Perlindungan Laut Kepulauan South Georgia dan South Sandwich, dibuat di sini pada 2012 untuk melindungi lebih dari satu juta km persegi perairan di sekitarnya. Sementara itu, jumlah anjing laut telah kembali di pulau itu dan kini memiliki 98% jumlahnya dari total ekosistemnya di dunia dengan jenis berbulu dan sekitar 50% dari jenis gajah laut.

South Georgia juga memiliki 30 juta pasang burung laut dan di Teluk St Andrews ada 400.000 penguin, salah satu dari empat spesies penguin yang ditemukan di pulau itu. Di Pulau Prion, adalah tempat berkembang biak bagi elang laut.

Tahun lalu, South Georgia dinyatakan bebas hewan pengerat setelah program pemberantasan. Pemerintah berharap akan adanya perkembangan baru bagi burung endemik seperti pipit dan pintail (itik kutub) di Georgia Selatan.

Traveler bisa ke sana dengan operator-operator seperti Polar Latitudes. Perjalanan ke South Georgia juga tersedia melalui Quark Expeditions, One Ocean Expeditions dan National Geographic Expeditions dan lainnya. (msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA