Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Apr 2019 22:30 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Kisah Penjaga Bumi Kuno Turun Gunung Karena Perubahan Iklim

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Suku Arhuaco di Pegunungan Sierra Nevada de Santa Marta, Kolombia (Christopher P Baker/BBC Travel)
Suku Arhuaco di Pegunungan Sierra Nevada de Santa Marta, Kolombia (Christopher P Baker/BBC Travel)
Bogota - Para penjaga Bumi kuno keluar sarangnya karena perubahan iklim. Seperti cerita fiktif, mereka berasal dari Pegunungan Sierra Nevada de Santa Marta, Kolombia.

Dilansir BBC Travel, Jumat (12/4/2019), mereka muncul dari isolasi selama berabad-abad untuk membantu menyelamatkan dunia. Kata salah satu dari mereka, Luis Guillermo Izquierdo mengatakan 'The Younger Brother' sedang merusak dunia.

"The Younger Brother berada di jalan menuju kehancuran. Dia harus mengerti dan mengubah cara hidupnya, atau dunia akan mati," keluh Izquierdo.

Izquierdo adalah seorang mamo atau pemimpin spiritual dari orang-orang pribumi Kolombia, Arhuaco. Musik seruling ritual melayang-layang dari hutan ketika ia memngajak penulis ke kolam alami Pozo de Yaya untuk ritual pembersihan.

Izquierdo melepas sandalnya, menurunkan tubuhnya ke batu dan duduk bersila di samping aliran air yang deras. Izquierdo meminta saya melepaskan sepatu saya dan melangkah ke air kemudian memberiku seutas benang yang mewakili tali pusar yang menambatkanku ke tanah dan menyuruh pikiranku larut ke dalamnya.

Rambut Izquierdo tebal dan panjang, terlihat menjulur dari bawah topi tenun kerucut putih, dipakai untuk menghormati puncak-puncak gunung bersalju dari pegunungan Sierra Nevada de Santa Marta yang suci. Dia mengenakan celana salju tebal dan serape atau selendang selaras dari serat maguey, diikat dengan ikat pinggang.

"Kami ingin The Younger Brother mengetahui lebih banyak tentang budaya kami. Dengan cara itu kita bisa menghentikannya menghancurkan dunia," kata Izquierdo, merujuk pada dunia modern di luar pegunungan.

Pegunungan Sierra Nevada de Santa Marta, Kolombia (Christopher P Baker/BBC Travel)Pegunungan Sierra Nevada de Santa Marta, Kolombia (Christopher P Baker/BBC Travel) Foto: undefined


Arhuaco adalah penduduk asli Kolombia yang leluhurnya terhubung dengan peradaban Tairona kuno dan maju. Ditaklukkan secara brutal oleh penjajah Spanyol pada abad ke-16, para korban yang selamat mundur ke dalam Pegunungan Sierra Nevada de Santa Marta yang berada di dataran tinggi garis pantai Karibia.


BACA JUGA: Suku Mustang, Orang-orang yang Percaya Bumi Datar

Tanah air mereka, pegunungan tertinggi di dunia, terdiri dari ekosistem dengan iklim yang berbeda di Kolombia, mulai dari lahan basah di pesisir dan hutan hujan hingga alpine tundra dan puncak gletser. Unesco pada tahun 1979 menetapkannya sebagai Biosphere Reserve of Man and Humanity (Cagar Biosfer Manusia dan Kemanusiaan), pegunungan ini dinobatkan sebagai ekosistem paling tak tergantikan di bumi oleh jurnal Science pada tahun 2013.

Tiga komunitas, yang berjumlah sekitar 90.000 orang, menurut organisasi nirlaba Cultural Survival menyebut diri mereka Elder Brothers atau Kakak Tertua dan diperintah oleh mamo, yang mempertahankan kosmovisi kuno (penafsiran kognitif akan kesadaran tentang dunia) berdasar penyembahan dan pemeliharaan tanah airnya.

Para mamo percaya diri memiliki kebijaksanaan mistis. Izquierdo, juga sesama mamo, menghabiskan seluruh masa mudanya dalam pelatihan spiritual yang intens, dipilih oleh ramalan dan diasingkan selama 18 tahun sejak lahir hingga dewasa dalam batas-batas tertentu di dekat puncak Sierra Nevada de Santa Marta, mereka diberi nilai-nilai sosial sampai mereka menguasai kesadaran spiritual yang mereka yakini memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan planet ini secara langsung.

"Mereka belajar bekerja sebagai orang pintar roh untuk semua kehidupan, menjaganya tetap seimbang," jelas Alan Ereira, seorang pembuat film dokumenter dan pendiri Tairona Heritage Trust.

(Christopher P Baker/BBC Travel)(Christopher P Baker/BBC Travel)


Nenek moyang mereka ada di setiap batu dan elemen lain di mana manusia berhubungan dengan alam. Arhuaco berpegang pada keyakinan bahwa kita yang ada di alam semesta dan semua benda memiliki kehidupan juga kesadaran. Manusia modern tidak percaya bahwa Bumi secara sadar mengalami bahaya yang kita timbulkan padanya.

Dikelilingi oleh hutan yang hampir tidak bisa dilewati (dalam beberapa dekade terakhir adalah kawasan baku tembak antara Tentara Kolombia, gerilyawan Farc dan paramiliter sayap kanan), penduduk asli yang hilang ini hidup selama lima abad dalam isolasi. Mereka menjaga wilayahnya terhadap ancaman dari luar.

Terlepas dari keterasingan ini, kesadaran dan kepercayaan menuntut mereka bertanggung jawab untuk menjaga keharmonisan alam dan semesta atas nama seluruh umat manusia. Tiga dekade lalu, penduduk asli Sierra menyadari bahwa salju abadi Sierra Nevada de Santa Marta yang sakral bagi mereka mencair.

Paramos (sabana di ketinggian) mengering, bahkan amfibi dan kupu-kupu menghilang. Pada tahun 1987, khawatir bahwa perubahan iklim berdampak pada alam semesta, mereka mendirikan Organización Indígena Gonawindúa Tayrona untuk mewakili mamo di tingkat pemerintahan.

Kogi adalah kelompok yang paling tradisional dan menarik diri di Pegunungan Sierra Nevada de Santa Marta. Mereka takut pekerjaannya menjaga dunia akan terganggu dan dirusak dengan melakukan kontak ke manusia modern.

(Christopher P Baker/BBC Travel)(Christopher P Baker/BBC Travel)


Tetapi pada tahun 1990, mamo mereka memutuskan bahwa tanpa perubahan drastis semua akan hilang. Jadi, dia membujuk orang-orangnya untuk berani turun gunung (go public) dan mereka mengundang Ereira untuk membuat film From Heart of the World: The Elder Brothers' Warning.

Tetapi desakan mereka akan bahaya perubahan iklim hanya dipandang sebelah mata. Dua dekade kemudian, mereka memanggil Ereira kembali untuk membuat sekuel, Aluna untuk memberi nasihat dan condong memberitahu ketakutan akan apa yang mereka lihat dan terjadi selanjutnya.

Kini, Izquierdo membuka diri untuk pariwisata etno dan pemberdayaan ekonomi otonom, dan di sana ada penjualan kerajinan Arhuaco kepada The Younger Brother. Sejak 1995, berbagai komunitas Arhuaco telah mengorganisir dirinya menjadi koperasi untuk memproduksi dan menjual kopi organik berkualitas ekspor.

Ketika perubahan iklim mengurangi produksi kopi, dan mendorongnya ke lereng gunung yang lebih tinggi, mereka sekarang bekerja menambah penghasilan dengan menjual cokelat. Dan Izquierdo telah mempromosikan adanya penanaman tebu secara lokal yang menghasilkan panela (gula merah mentah organik mentah) untuk ekspor.

"Idenya adalah agar dunia tahu lebih banyak tentang budaya kita. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa ini bukan hanya untuk bercocok tanam, tetapi berkultivasi dengan hati nurani," kata Izquierdo merujuk pada pertanian organik, tanpa pestisida berbahaya yang selaras dengan alam.

Dengan masuk ke dalam ekonomi modern, Arhuaco mendapatkan pengakuan budaya sambil memperoleh penghasilan. Tujuan utamanya adalah agar Arhuaco dapat merawat lebih dari 190.000 hektar lahan dan bisa membangun kembali wilayah leluhurnya sepotong demi sepotong secara alami. (msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED