Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 01 Mei 2019 13:24 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Cerita Rusia yang Bolak-balik Pindahkan Ibu Kota Negaranya

Syanti Mustika
detikTravel
Foto: (iStock)
Foto: (iStock)
Moskow - Tahukah kamu, bahwa Rusia pernah pindahkan ibukota dari Moskow ke St Peterburg dan balik lagi ke Moskow? Ternyata ada alasannya lho.

Pemindahan ibukota negara Indonesia sedang hangat dibicarakan. Tidak hanya dibicarakan secara nasional, namun isu ini juga menarik perhatian media luar negeri lho. Dan Indonesia bukanlah negara pertama yang mencoba memindahkan ibukota, banyak negara dan sala satunya Rusia.

Dirangkum detikcom, Selasa (30/4/2019) Rusia pernah memindahkan ibukota negaranya sebanyak dua kali. Awalnya ibukota Rusia adalah Moskow, namun pada tahun 1712 dipindahkan ke St Peterburg. Namun tahun 1918 ibukota dipindahkan kembali ke Moskow.

Menurut sejarah, Moskow twlah menjadi iukota Rusia semenjak abad ke 15. Namun karena penyerangan Tatar pada 1517, Moskow mulai goyah. Tatar membakar segalanya kecuali Kremlin dan hanya 30.000 penduduk yang selamat dari 200.000 jiwa.
Cerita Rusia yang Bolak-balik Pindahkan Ibu Kota NegaranyaFoto: Novi Kusumayanti/d'Traveler


Serangan tidak hanya sekali, beberapa kali Tatar menyerang Moskow. Ditambah juga dengan wabah dan kelaparan yang menyerang menyebabkan populasi di Moskow semakin menyusut. Para penduduk pun banyak yang bertahan di luar Moskow.

Tidak hanya itu, pada tahun 1601-1612 pasukan Persemakmuran Polandia-Lithuania menduduki Moskow. PAda tahun 1612 orang-orang Novgorod dan warga Rusia lainnya bersatu merebut Moskow dibawah pimpinan Dmitry Pozharsky dan Kuzma Minin. Mereka mengepung Kremlin dan mengusir penjajah.

BACA JUGA: Indonesia Mau Pindah Ibu Kota, 10 Negara Ini Sudah Duluan

Di abad ke 17, populasi Moskow meningkat dari 100.000 menjadi 200.000. Abad ini ditandai dengan kebangkitan rakyat dengan adanya pembebasan Moskow dari penjajah Polandia-Lithuania (1612), Kerusuhan Garam (1648), Kerusuhan Tembaga (1662), dan Pemberontakan Moskow 1682.

Saat pembangunan sedang gencarnya di Moskow, pada 1712 Peter the Great memindahkan pusat ibukota dari Moskow ke St Peterburg yang baru dibangun di Pantai Baltik. Moskow tak lagi menjadi ibukota namun masih tetap menjadi pusat keagamann Rusia dan tak mengganggu kehidupan sosial budaya di sana.

Cerita Rusia yang Bolak-balik Pindahkan Ibu Kota NegaranyaFoto: (titry frilyani/d'Traveler)


Di tahun 1812 Napoleon 1 masuk ke Moskow. Terjadi peristiwa pembakaran besar-besaran, sebagai bentuk perlawanan terhadap Napoleon 1. Setelah itu pembangunan pun kembali dilanjutkan dari tahun 1830, dan Moskow berkembang menjadi pusat tekstil dan metalurgi utama.

Pada tahun 1918, pemerintahan Soviet pun memindahkan kembali ibukota Rusia ke Moskow. Perkembangan ekonomi pun semakin pesat dan populasi semakin berlipat ganda di kota ini.

Selama Perang Dunia 11 pun Moskow tidak begitu mengalami kerusakan, namun mengalami keruntuan ekonomi saat Uni Soviet jatuh. Kebangkitan pun tidak berhenti di situ, di tahun 1990-an Rusia pun bangkit kembali dengan menerima investasi asing dan perkembangannya dapat dilihat hingga sekarang.

Begitulah cerita bolak-balik pemindahan ibukota Rusia berdasarkan sejarahnya secara singkat. Apakah Indonesia akan juga menuliskan dalam sejarah nanti jika memindahkan ibukota, dari Jakarta ke tempat baru? Kita tunggu saja.


Tonton Juga '5 Spot Unik yang Wajib Didatangi di St Petersburg Rusia':
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED