Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 15 Mei 2019 21:15 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Kisah Bandara Changi: Dibangun 1959 Kini Punya 500 Penghargaan

Shinta Angriyana
detikTravel
bandara changi singapura (dok. Changi Airport)
bandara changi singapura (dok. Changi Airport)
Singapura - Bandara Changi, selalu jadi top of mind sebagai bandar udara hub terbaik sedunia. Sebenarnya, bagaimana jejak sejarah bandara di Negeri Merlion ini?

1960-an

Bandara Paya Lebar (Changi Airport)Bandara Paya Lebar (Changi Airport)


Kita harus mundur cukup jauh sekitar 59 tahun ke belakang. Tepatnya, pada tahun 1959. Awalnya, bandar udara komersil yang dimiliki oleh Singapura letaknya di Paya Lebar. Kalau dari Bandara Changi, sekitar 15 menit jarak tempuhnya. Kini, Bandara Paya Lebar menjadi pangkalan angkatan udara Singapura.

Dikumpulkan detikcom dari website Changi Airport, Rabu (15/5/2019) pendaratan pertama dilakukan oleh maskapai asal Australia, Qantas dengan armada Boeing 707 jetliner. Pesawat ini, melayani rute dari Sydney, Australia menuju ibukota Inggris, London.

Ternyata, dalam satu tahun dibukanya Bandara Paya Lebar hingga 1960, Singapura berhasil mendapatkan 300 ribu penumpang dan pergerakan penerbangan mencapai 30 ribu armada pesawat. Menjadikannya sebagai salah satu bandara tersibuk, dengan 11 maskapai dan 125 penerbangan setiap minggu. Maka dari itu, runway Bandara Paya Lebar mengalami perluasan dari 2,4 km menjadi 2,7 km. Singapura pun berhasil mendatangkan 100 ribu turis.

1970-1980-an

Pesawat Concorde (Changi Airport)Pesawat Concorde (Changi Airport)

10 tahun setelahnya, Bandara Paya Lebar mengalami pertumbuhan yang sangat besar dari turis internasional. Dari tahun 1970, turis yang datang hanya 1,7 juta orang. Namun 5 tahun setelahnya, sudah kedatangan 4 juta traveler dunia. Di era 1970-an lah, tepatnya 1972, pesawat raksasa Concorde mendarat di Singapura milik British Airways.

Mengalami kenaikan signifikan pada 1975, akhirnya Bandara Paya Lebar angkat kaki dan pindah ke Changi. Kemudian, tahun 1977 pun konstruksi Changi mulai didirikan, dengan bangunan awal terminal 1. Kemudian, baru dibuka secara komersil tahun 1981.

Kehadiran Changi seperti penggebrak revolusi di dunia penerbangan. Lantaran inovasi taman di dalam bandara, serta kemudahan menelepon dalam negeri saat transit hingga taksi yang dekat dengan pintu keberangkatan.

Di tahun 80-an lah Changi mulai 'mekar' dengan berbagai fasilitas. Setelah dibuka tahun 1981 dan mengalami peningkatan di tahun 1986 dengan jumlah penumpang 10 juta orang, Changi membangun Terminal 2. Diiringi, dengan penerbangan pertama menggunakan armada raksasa Boeing B747-400 milik Singapore Airlines.

Di tahun 80-an inilah, tepatnya 1988, Changi menjadi bandara terbaik di dunia. Penghargaan bandara terbaik ini didapat dari Business Traveler UK.

1990-an

Fasilitas baru tahun 1990an (Changi Airport)Fasilitas baru tahun 1990an (Changi Airport)

Bisa dibilang, tahun 1990 merupakan awal dari perkembangan inovasi yang ada di Bandara Changi. Dari segi frekuensi penerbangan, di tahun 1990 Bandara Changi telah mengoperasikan 52 maaskapai dengan total penerbangan mencapai 1.900 per minggunya. Tercatat, ada 111 kota tujuan di 52 negara, dengan kedatangan penumpaang mencapai 5,3 juta.

Untuk memenuhi banyaknya turis yang datang, inovasi Skytrain pun dihadirkan pada tahun 1991. Gunanya, untuk menyambungkan Terminal 1 ke 2 dan sebaliknya agar lebih mudah bagi wisatawan. 2 Tahun setelahnya, Princess Diana memberikan penghargaan ke-6 sebagai airport terbaik dunia kepada Singapura.

Inovasi lagi, inovasi lagi. Tahun 1995, Bandara Changi merupakan bandar udara pertama dengan fasilitas kolam renang yang memungkinkan traveler untuk menggunakannya saat sebelum berangkat menuju destinasi yang diinginkan. Letaknya berada di terminal 1 transit area.

Untuk melebarkan sayapnya, tahun 1997 Singapura menjadi negara pertama di Asia yang menandatangani perjanjian Open Sky, atau kebijakan internasional yang memperbolehkan aturan dan regulasi penerbangan secara bebas, agar tercipta lingkungan pasar bebas dalam industri penerbangan dengan Amerika Serikat. Di tahun yang sama, Bandara Changi menerima ke-10 kalinya bandara terbaik se-dunia.

Satu tahun setelah itu, di area transit mulailah ditambah sejumlah fasilitas keren lainnya. Seperti portal berita, arena olahraga bahkan bioskop.

2000-an

(Changi Airport)(Changi Airport)

Tahun 2000, Changi sudah melayani 64 maskapai dengan total 6.400 penerbangan per minggunya. Total tujuan kota mencapai 145 kota di 50 negara. Barulah pada bulan Oktober, Terminal 3 mulai dibangun.

Memulai tren internet, Changi memberikan inovasi dengan membuat gameshow 'What's Your Range?' berbasis internet dalam bandara pada tahun 2001. Satu tahun setelahnya, 2002, stasiun MRT di Bandara Changi resmi dibuka.

Pada tahun 2002 pula, kemudahan menerima notifikasi penerbangan lewat SMS disediakan Bandara Changi. Kemudian tahun 2006, Bandara Changi menerima penghargaan bergengsi dari Skyrtax sebagai bandara terbaik dunia.

Semakin berkembang dari berbagai aspek, akhirnya tahun 2007 Bandara Changi dapat menampung armada raksasa Airbus A380. Indonesia pun, sampai saat ini belum mengoperasikan penerbangan dengan armada ini. Namun, tahun 2012 armada Airbus A380 pernah mendarat darurat dengan rute penerbangan Sydney-Singapura, karena salah satu penumpang yang sakit.

BACA JUGA: Indonesia Masih Jadi Pengunjung Nomor 1 Bandara Changi Singapura

Selain itu, seorang mahasiswa asal Indonesia juga pernah melakukan prank yang berakibat fatal, dengan mengancam lewat media sosial bahwa armada Airbus A380 bernomor SQ-221 dengan Singapura-Sydney terdapat bom di dalam pesawat. Karena 2 hal tersebut, pesawat mendarat darurat di Bandara Soekarno Hatta.

Kembali ke Changi, pada tahun 2008, Bandara Changi membawa alam dengan konsep modern. Mereka membuat sebuah taman kupu-kupu yang keren. Disusul tahun setelahnya, Bandara Changi bergabung dan dioperasikan Changi Airport Group.

2010-an

Jewel Changi (Changi Airport)Jewel Changi (Changi Airport)

Di 10 tahun terakhir ini, Bandara Changi sudah mencatat bahwa ada 40 juta orang yang pernah singgah dan datang di sana. Kemudian, hal ini menjadikan Bandara Changi meningkatkan konektivitas intra-regional di ASEAN.

Fasilitas pun makin digenjot era 2010-an. Tahun 2012, Terminal 1 mengalami renovasi dan penambahan fasilitas. Seperti hiasan kinetic rain, yaang terbuat dari 1.216 tetesan perunggu yang ikonik.

Budget Terminal, yang sebelumnya melayani maskapai Low Cost pada tahun yang sama, 2012, juga ditutup. Tindakan ini merupakan salah satu bentuk untuk membuat terminal baru yang dibuka tahun 2017 lalu, Terminal 4.

BACA JUGA: Mewahnya Jewel Changi Airport Singapura

Tahun 2013, pihak bandara pun mengusulkan untuk membuat atraksi yang juga baru-baru ini diresmikan, Jewel Changi. Tahun setelahnya, 2014, konstruksi Jewel Changi dimulai.

Inovasi, kreativitas dan pelayanan Bandara Changi ternyata disorot mata dunia. Tahun 2015 lalu, Changi menerima penghargaanya yang ke-500. Penghargaan di posisi 500 tersebut diisi oleh Skytrax.

Kini, bandara Changi bukan hanya sekadar terminal tempat pesawat singgah dan pergi. Namun, juga menjadi destinasi wisata yang diincar oleh para wisatawan, termasuk asal Indonesia.

Changi pun memberikan inovasi tanpa henti. Misalnya saja self check-in, self immigration check, Jewel Changi, taman kupu-kupu dan berbagai fasilitas bintang lima yang (memang) membuat bandara ini pantas untuk jadi yang terbaik sedunia. (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED