Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 10 Des 2019 20:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Dulu Mengerikan, Desa di Balik Tebing Ini Sekarang Kondang

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Anak-anak melewati tangga di tepi jurang Desa Atule'er, Sichuan, China (Foto: Beijing News/Chen Jie)
Chengdu - Desa di China ini ada di balik tebing. Dulunya desa ini amat terisolasi tapi kini mulai terkenal.

Dihimpun detikcom dari berbagai sumber, Selasa (10/12/2019), penduduk di Provinsi Sichuan, China harus menuruni tangga di tebingnya. Tak tanggung-tanggung, tebing 800 meter itu harus dilewati orang dewasa hingga anak-anak.

Dahulu

Pada tahun 2016, demi pergi ke sekolah, anak-anak di Provinsi Sichuan, China ini nekat bertaruh nyawa. Anak-anak sekolah ini harus memanjat tebing terjal setinggi 800 meter, untuk mencapai sekolah mereka.

Desa Atule'er yang penduduknya tidak lebih dari 400 jiwa ini menarik perhatian publik setelah media nasional Beijing News merilis foto-foto mengejutkan. Foto itu menampilkan 15 anak sekolah dengan usia paling muda sekitar 6 tahun memanjat tangga menjalar di sebuah tebing.

Warga setempat menyebut tangga menjalar yang terbuat dari kayu dan menempel pada tebing terjal itu, sebagai 'tangga langit'. Untungnya, tidak setiap hari anak-anak sekolah itu memanjat tebing terjal.

Karena perjalanan yang sulit, anak-anak ini hanya pulang ke rumah dua kali dalam sebulan. Namun tetap saja, mereka harus menempuh perjalanan panjang selama 2 jam.

Dulu Begitu Mengerikan, Desa di Balik Tebing Itu Kini MasyhurFoto: Beijing News/Chen Jie

Fotografer Beijing News, Chen Jie, yang menjepret foto-foto itu mengaku pertama kali mendengar soal desa itu dari teman-temannya. Ketika mengetahui anak-anak sekolah itu akan pulang ke rumah pada 14 Mei 2016, Chen memutuskan ikut serta.

Dengan menenteng kamera di tangan, Chen mengabadikan perjalanan tak biasa anak-anak itu saat memanjat 17 anak tangga menjalar di tebing berbatu yang terjal. "Cukup berbahaya untuk dipanjat. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menuruni tebing (dengan tangga yang sama)," tutur Chen kepada CNN.

Beberapa orang tua anak-anak itu secara sukarela menawarkan diri mengawasi anak-anak itu. Chen mengaku heran dan tak habis pikir ketika membandingkan perbedaan besar antara anak-anak Desa Atule'er itu dengan anak-anak keluarga kaya di ibu kota Beijing.

Dalam beberapa dekade terakhir, otoritas China banyak membangun infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonominya. Namun tetap saja jutaan warganya berada di bawah garis kemiskinan.

Otoritas China menegaskan akan memberantas kemiskinan hingga ke wilayah paling memprihatinkan. Itu termasuk Prefektur Liangshan yang menjadi lokasi desa yang terkenal akan tangga langitnya ini.




Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA