Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 11 Des 2019 12:51 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Singgah ke Markas Raksasa Kereta Api Jepang, Tokyo Metro

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Pusat pelatihan Tokyo Metro di Jepang (Randy/detikcom)
Pusat pelatihan Tokyo Metro di Jepang (Randy/detikcom)
Tokyo - Bicara soal perkeretaapian dunia, Jepang merupakan salah satu yang terbaik. Rahasianya dapat ditemui di pusat pelatihan Tokyo Metro yang megah dan modern.

Berkat kerjasama antara Pemerintah Jepang yang diwakili oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan Pemerintah Indonesia dan Pemkot DKI Jakarta, moda transportasi masal atau yang dikenal dengan MRT Jakarta lahir pada pertengahan 2019 lalu.

Namun, jauh sebelum itu Jepang telah lebih dulu mengembangkan sistem transportasi terpadu tersebut sejak tahun 1927 silam. Salah satu pelopornya adalah pihak Teito Rapid Transit Authority (TRTA) atau yang kini telah bertransformasi sebagai Tokyo Metro.


Sebagai salah satu operator kereta api terbesar di Jepang, Tokyo Metro pun telah banyak makan garam. Pengalamannya di bidang tersebut selama lebih dari 90 tahun tersebut pun telah diaplikasikan pada MRT Jakarta yang dibimbing langsung oleh Jepang.

Selain konsisten melayani sekitar 7,5 juta penumpang per hari, pihak Metro Tokyo juga aktif melakukan kaderisasi para calon masinis hingga pelaku industri kereta api di dalam dan luar negeri termasuk Indonesia.

Singgah ke Markas Raksasa Kereta Api Jepang, Tokyo MetroKimura Naoto selaku Direktur Departemen Hubungan Internasional Pusat Pelatihan Tokyo Metro (Randy/detikcom)

Untuk itu, pihak Metro Tokyo pun memiliki satu bangunan khusus bernama Tokyo Metro Comprehensive Learning and Training Center di Tokyo. Bersama dengan rombongan penerima MRT Fellowship 2019, detikcom pun berkesempatan melihat langsung rahasia pihak Tokyo Metro di sana, Selasa (10/12/2019).

Setibanya di markas pelatihan Tokyo Metro, kami pun disambut oleh Kimura Naoto selaku Direktur Departemen Hubungan Internasional Pusat Pelatihan Tokyo Metro dan jajarannya.

"Tempat ini memiliki luas 27 ribu hektar dan luas bangunan 19 ribu meter persegi. Di sini kami punya stasiun peron dan kereta peraga, semua lengkap," ujar Kimura.

Usai pengenalan latar belakang, kami pun dipandu oleh salah satu staff senior bernama Kishida untuk melihat langsung maskas sekaligus pusat pelatihan Tokyo Metro tersebut. Fasilitasnya pun sangat beragam dan berbeda fungsinya.

Apa saja? Mari kita simak satu per satu berikut ini:

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA