Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 17 Jan 2020 21:45 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Alkisah, Masuk Kuburan di 'Kota Orang Mati' Takkan Bisa Kembali

Kris Fathoni W
detikTravel
Kota Orang Mati di dekat desa Dargavs, Rusia. (Foto: iStock)
Jakarta - 'Kota Orang Mati', demikian nama sebuah tempat di pelosok Rusia. Tak sekadar nama, tempat ini memang benar-benar terasosiasi dengan kematian -- tepatnya 10 ribu kuburan. Bahkan, konon, yang berani masuk ke dalamnya takkan kembali hidup-hidup!

City of The Dead. Begitu nama julukan yang tersemat pada sebuah area di sekitar desa Dargavs, North Ossetia, Rusia. Di 'Kota Orang Mati' tersebut terdapat nyaris 100 bangunan kuno dari batu dengan atap meruncing.

Alkisah, yang Masuk 'Kota Orang Mati' Ini Bisa Tak KembaliKota Orang Mati yang punya lanskap indah. (Foto: iStock)

Lanskap perpaduan lembah pegunungan Caucasus di sekeliling membuat tempat ini sejatinya indah dan mencuri perhatian. Padahal, aslinya, itu kuburan. BBC.com menyebut, ini merupakan area pekuburan dari abad pertengahan.

Baca juga: Kota Mati di Rusia, Satu Rumah Satu Kuburan

"Area pekuburan kuno ini menyimpan jasad tak kurang dari 10 ribu orang, kebanyakan bersemayam lengkap bersama pakaian dan barang-barang yang dimiliki, dan orang lokal percaya siapa pun yang masuk takkan bisa kembali hidup-hidup."

Nuansa kengerian di tempat ini bertambah dengan misteri yang masih menyelubungi 'Kota Orang Mati'. Asal mulanya masih jadi tanda tanya. Sejauh ini sejarawan baru memprediksi bahwa wilayah di pelosok Rusia tersebut, yang juga berdekatan dengan perbatasan Georgia, mulai dipergunakan sebagai area kuburan sejak abad ke-16.

Yang Masuk 'Kota Orang Mati' Ini Bisa-bisa Tak KembaliSalah satu rumah bangunan batu tempat kuburan kuno di Kota Orang Mati. (Foto: iStock)

Salah satu teori menyebut bahwa kemunculan bangunan-bangunan ini didasari pada kelangkaan area pada saat invasi Mongol-Tatar di abad ke-13. Penduduk lokal mulai membangun struktur bangunan (kuburan) di atas tanah demi menghemat tempat. Teori lain berasumsi bahwa jasad-jasad yang disemayamkan dalam bangunan, di atas permukaan, itu adalah karena tradisi untuk menghormati tanah.

'Kota Orang Mati' juga menjadi cerminan salah satu sejarah wilayah tersebut: serangkaian serangan wabah di abad ke-17 dan 18. BBC.com menyebut, ada bukti bahwa warga yang terinfeksi mengarantina diri mereka sendiri di rumah batu kuburan itu seraya menantikan ajal.

Baca juga: Dargavs, Kota Mati yang Mengerikan di Rusia

"Sejumlah tubuh di dalam rumah kuburan itu juga disemayamkan di dalam peti mati kayu yang menyerupai perahu, dan satu jasad bahkan ditemukan dengan dayung berada di sampingnya."

Sejarawan menduga bahwa keberadaan perahu dan dayung ini, sekalipun tidak ada wilayah perairan besar di wilayah tersebut, dikarenakan bahwa penduduk setempat pada zaman dulu percaya bahwa mereka harus menyeberangi "sungai" untuk sampai ke surga atau nirwana.

Alkisah, yang Masuk 'Kota Orang Mati' Ini Bisa Tak KembaliKerangka jasad manusia di salah satu bangunan kuburan Kota Orang Mati. (Foto: iStock)

"Hari ini, area itu berisikan 99 bangunan kuburan terkonservasi dari abad pertengahan yang memiliki bentuk atap meruncing dan jendela tunggal, dan berisikan lebih dari 100 jasad," sebut BBC.com.

Ditambahkan pula bahwa beberapa jasad itu tersimpan dengan sangat baik sampai-sampai sisa daging dan kulit masih melekat pada tulang belulangnya.




Simak Video "Tempat Ini Diklaim Paling Aman dari Teror Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(krs/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA