Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 23 Jan 2020 20:20 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Apakah Ini Jembatan Tercantik di Negeri Sakura?

Putu Intan
detikTravel
Jembatan Kintai di Iwakuni, Jepang. (Foto: iStock)
Jakarta -

Jembatan Kintai di Jepang terkenal akan bentuknya yang unik dan dikelilingi pemandangan alam yang indah. Ada yang menganggapnya jembatan tercantik di Negeri Sakura.

Jika berkunjung ke prefektur Yamaguchi, sempatkan singgah ke Jembatan Kintai yang letaknya di Sungai Nishiki. Tak sulit menemukan jembatan ini karena bentuknya yang unik yaitu berupa lima lengkungan yang menyerupai kerikil yang dilempar ke air sungai.

Selain bentuknya yang unik, jembatan Kintai dikelilingi pemandangan alam yang asri. Letaknya di kaki Gunung Yokotama, membuat udara di sana juga terasa sejuk.

Siapa sangka jembatan kokoh ini usianya sudah lebih dari tiga abad, lho. Jembatan Kintai pertama kali dibangun pada 1673 yang digunakan keluarga kerajaan dan para samurai menyeberangi Sungai Nishiki dari dan menuju Istana Iwakuni.

Taman di sekitar jembatan yang mempesona.Taman di sekitar jembatan yang mempesona. (Foto: iStock)

Jembatan Kintai punya hubungan erat dengan Sungai Nishiki. Nama Kintai yang berarti ikat emas merujuk pada penggunaan ikat atau obi yang populer dengan pola Nishiki.

Sejak 1673, jembatan Kintai sempat mengalami beberapa kali renovasi akibat bencana dan Perang Dunia II. Renovasi itu terjadi pada 1951, 1953, sampai yang terbaru pada tahun 2000 silam.

Apa saja yang bisa dilakukan di jembatan Kintai?

Traveler pastinya bisa menyeberangi Sungai Nishiki melalui jembatan tersebut. Di seberang jembatan itu ada sebuah taman bernama Kikko, dimana traveler bisa melihat rumah samurai Iwakuni jaman dulu.

Selain itu, di seberang jembatan ini juga ada sejumlah museum dan restoran yang menjual Iwakuni zushi.

Buat yang suka camilan, traveler juga bisa mampir ke dua toko es krim legendaris yang menjual 100 rasa es krim, termasuk rasa wasabi dan gurita. Toko es krim ini biasanya populer saat musim panas dengan antreannya menyebar di taman.

Yang unik lagi dari kawasan ini adalah kebun binatang mini yang memamerkan koleksi ular putih. Konon, ular albino ini hanya bisa ditemukan di Jepang dan dipercaya akan melindungi area pedesaan di sekitarnya dari bencana kelaparan.

Istana Iwakuni di seberang jembatan.Istana Iwakuni di seberang jembatan. (Foto: iStock)

Di sebelah kebun binatang ular putih itu, ada juga stasiun kereta gantung yang menghubungkan kaki Gunung Yokoyama ke Istana Iwakuni. Jika naik kereta gantung itu, traveler akan melihat pemandangan kota Iwakuni dari ketinggian.

Traveler yang tertarik naik kereta gantung akan dikenakan biaya 320 yen (Rp 40 ribu) untuk sekali jalan atau 550 yen (Rp 68 ribu) untuk perjalanan bolak-balik.

Perjalanan ke istana juga bisa diakses dengan berjalan kaki selama 45 menit dari sisi barat taman. Harga tiket masuk ke istana adalah 260 yen (Rp 32 ribu). Istana Iwakuni buka setiap hari mulai pukul 09.00-16.45 waktu setempat.

Lingkungan di sekitar jembatan yang cocok jadi tempat wisata.Lingkungan di sekitar jembatan yang cocok jadi tempat wisata. (Foto: iStock)

Di Sungai Nishiki sendiri setiap musim panas antara 1 Juni-31 Agustus diadakan tradisi memancing ikan secara tradisional yang disebut ukai. Kegiatan ini bisa dilihat dari atas jembatan mulai pukul 18.30-21.00 waktu setempat.

Jembatan Kintai bisa dicapai dengan bus dari Stasiun Shin-Iwakuni Shinkansen dengan jarak tempuh 10 menit. Harga tiketnya adalah 280 (Rp 35 ribu). Alternatif lainnya adalah naik bus dari Stasiun Jr Iwakuni dengan tiket seharga 240 yen (Rp 30 ribu).



Simak Video "Potret Penumpang di Kapal Jepang yang Dikarantina Akibat Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA