Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 27 Apr 2020 22:15 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

5 Negara Tersehat di Dunia untuk Ditinggali Traveler

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Ilustrasi pria di Jepang.
Foto: Ilustrasi Jepang (Philip Fong/AFP)

3. Israel

Israel disebut-sebut sebagai negara teraman di dunia dari virus Corona. Israel menempati peringkat teratas dengan total skor 632.32 dari 76 kriteria penilaian menurut hasil studi dari Deep Knowledge Group.

Lantas apa yang bisa membuat Israel mendapat predikat seperti itu? Jawabannya ada di peran pemerintah. Sejak akhir bulan Januari 2020, Menteri Kesehatan Israel sudah menandatangani Dekrit yang isinya memperluas wewenang Menteri Kesehatan dalam menghadapi potensi outbreak virus Corona.


Larangan bepergian ke luar negeri yang tidak penting hinggga isolasi mandiri 14 hari buat warga yang baru pulang dari 'hotspot' Corona, juga ditegakkan dengan tegas. Pemerintah Israel juga melakukan tes COVID-19 sejak awal secara akurat.

"Tes diagnostik molekular (RT-PCR) untuk mendeteksi virus Corona sudah dirancang sejak awal oleh Laboratorium Pusat Virologi, dan dikembangkan di berbagai laboratorium lain di penjuru Israel," jelas Dr Khitam Muhsen, Profesor Epidemiologi Universitas Tel Aviv.

People wearing masks visit the Church of the Nativity, revered as the birthplace of Jesus Christ, in the West Bank city of Bethlehem on March 5, 2020. - The Palestinian health ministry called for local churches, mosques and other institutions to close after suspected cases had been detected at the hotel in the Bethlehem area, the first in the Palestinian territories. (Photo by Musa Al SHAER / AFP)Pengunjung mengenakan masker di Church of the Nativity (Photo by Musa Al SHAER / AFP) Foto: AFP/MUSA AL SHAER


"Saya sangat bangga dengan jumlah tes yang kami lakukan di sini dan kami termasuk negara terbanyak melakukan tes. Di lain sisi, tingkat kematian Israel termasuk salah satu yang terendah dan saya percaya karantina yang cepat merupakan bagian dari hal itu," imbuh Talia Klein Perez, penduduk Israel yang tinggal di kotta Kfar Saba.

Sistem kesehatan publik Israel juga judah sangat baik. Sistemnya sudah terpusat dan terintegrasi. Professor Arnon Afek, Deputi Direktur Sheba Medical Center membenarkan hal tersebut.

"Orang-orang tidak takut untuk mencari bantuan medis karena mereka tahu akan dicover dan bebas biaya. Biaya dari sistem kesehatan nasional sangatlah penting, karena di situasi seperti sekarang, orang-orang harus mencari bantuan medis sehingga kami bisa menemukan mereka dan mereka berhenti menulari yang lainnya," kata Professor Arnon.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5
BERITA TERKAIT
BACA JUGA