Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Jun 2020 20:59 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Google Maps Bilang Ada Angkringan dan Warteg di Pulau Natal

Bonauli
detikTravel
Christmas Island
Christmas Island (google maps)
Kampong Melayu -

Mungkin nama Christmas Island alias Pulau Natal akrab di telinga oleh traveler. Baru-baru ini warganet menyebut pulau milik Australia itu memiliki kearifan lokal bak Indonesia setelah mengintip dari Google Maps.

Christmas Island atau bisa Pulau Natal berjarak 350 km dari selatan Pulau Jawa. Sebagai pulau terluar Australia, Natal justru lebih dekat dengan Indonesia.

Baru-baru ini, Pulau Natal ramai diperbincangkan di Twitter. Sebab, Pulau Natal, yang dulu dimiliki Singapura, disebut lebih Indonesia ketimbang Australia. Salah satunya, karena penduduknya berbahasa Melayu.

Bukan cuma soal jarak, budaya dan kebiasaan Pulau Natal juga tak jauh dari Nusantara. Itu tak lepas dari masa lalu yang melatarbelakangi Pulau Natal.

Mari mulai dengan penemuan pulau pertama kali oleh Pelaut Inggris, Kapten William Mynors pada tahun 1643. Nama Christmas diberikan karena penemuannya bertepatan dengan hari natal.

If cutting out alcohol and going to the gym to shed the Christmas excess doesn't tickle your fancy… Perhaps pursuing one of these alternatives in the big outdoors may be the New Year's resolution for you! Pamela Forster of Austria performs in Red Bull Art of Motion on Santorini Island, Greece on October 5, 2017 // Sebastian Marko/Red Bull Content Pool // For more content, pictures and videos like this please go to www.redbullcontentpool.comPulau Natal Foto: Reuters


Akhirnya, pulau ini dimasukkan dalam peta navigasi pelaut Inggris dan Belanda di awal abad ke-17. Meski namanya sudah ada dalam peta, namun baru pada tahun 1688, seorang Inggris bernama William Dampier menginjakkan kaki di sini.

Begitu turun dari kapal, barulah diketahui bahwa Natal adalah pulau tak berpenghuni. Kemudian Kerajaan Inggris menganeksasi Natal menjadi bagian dari Inggris.

Tahun 1888 Sir John Davis Murray menemukan bahwa Pulau Natal mengandung fosfat yang berlimpah. Inggris saat itu masih menjajah Singapura.

Karena pulau ini kosong maka Inggris mendatangkan pekerja paksa dari Singapura. Etnis Melayu, China sampai Eropa dibawa ke Natal.

Setelah itu dibangunlah pemukiman kecil dengan nama Flying Fish Cove atau Kampong Melayu. Para pekerja paksa akhirnya menetap di sana dan memulai hidup dengan bertambang.

Pada tahun 1957, Pulau Christmas akhirnya diserahkan kepada Pemerintah Australia oleh Kerajaan Inggris. Singapura mendapat kompensasi sebesar 2,9 juta pounsterling dari Kerajaan Inggris.

Pemerintah Australia akhirnya menyatukan administrasi Pulau Natal dengan Cocos dan dikepalai oleh seorang administratur di sana. Sebagai pulau terluar, Natal masuk dalam Australia Indian Ocean Territories.

Hingga kini bahasa yang digunakan adalah melayu. Inilah mengapa nuansa pemukiman di Pulau Natal tak beda dengan Pulau Jawa.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "China Desak Australia Minta Maaf ke Rakyat Afghanistan "
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA