Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 28 Jun 2020 07:27 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Sejarah Wisata ke Antartika dan Dampak Lingkungannya Kini

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Antartika
Kapal pesiar di Antartika (Foto: CNN)
Antartika -

Antartika adalah secuil bagian bumi yang masih jarang dijamah manusia namun sudah ada paket wisata ke sana. Kini, dampaknya mulai terasa.

Antartika adalah salah satu kawasan yang tak terganggu oleh aktivitas wisata hingga kini. Diberitakan Lonely Planet, bentang alam yang terisolasi itu baru dijamah oleh manusia pada 200 tahun terakhir, sejak ditemukan pada tahun 1820.

Tidak ada suku asli dan penghuni permanen di Antartika. Hanya ada 1.000 ilmuwan di musim dingin dan bertambah menjadi sekitar 4.000 orang di musim panas.

Pemandangan Antartika memang menakjubkan, traveler berpeluang besar untuk bisa lebih dekat dengan satwa liar. Antartika telah menjadi tujuan yang didambakan, tapi apakah perjalanan ke sana ramah dengan lingkungan?

AntartikaAntartika (Foto: CNN)

Sejarah pariwisata ke Antartika

Turis tiba di Antartika pada tahun 1966 ketika Lars-Eric Lindblad, seorang pengusaha dan penjelajah Swedia-Amerika, memimpin kelompok wisatawan pertama di atas kapal laut angkatan laut Argentina.

Tiga tahun kemudian, ia menugaskan kapalnya sendiri, MS Lindblad Explore. 20 tahun setelahnya, ia menggeluti perjalanan eduwisata ke Antartika dan memelopori apa yang kemudian menjadi 'ekspedisi pelayaran'.

Dengan masuknya operator komersial, muncullah aturan untuk melindungi proyek-proyek ilmiah, situs bersejarah dan monumen, satwa liar, dan bentang alam yang masih asli. Pada tahun 1991, Asosiasi Internasional Tur Operator Antartika (IAATO) didirikan untuk mengatur praktik perjalanan yang aman dan bertanggung jawab.

IAATO bekerja bersama dengan Sistem Perjanjian Antartika. Antartika tidak dimiliki oleh satu negara, melainkan diatur oleh perjanjian ini, yang didirikan untuk mendorong penyelidikan ilmiah.

Amanat perjanjiannya yakni Antartika hanya akan digunakan untuk tujuan damai, semua hasil ilmiah harus dibagikan secara publik, dan tidak akan ada kegiatan militer, tidak ada uji coba nuklir, atau klaim teritorial.

Sejak penandatanganan perjanjian ini pada 1 Desember 1959 di Washington D.C. oleh 12 negara, 42 negara tambahan telah masuk ke dalamnya. Untuk lebih menjamin keberlanjutan ekosistemnya, ditambahkanlah Protokol Perlindungan Lingkungan ke perjanjian itu. Entitas pemerintah dan pariwisata terikat olehnya.

Selanjutnya, tarif tiket hingga aturan kapal bersandar di Antartika>>

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA