Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 19 Jul 2020 23:09 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Ini Surga Biota Laut, Ditemukan Sebelum Punah

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Patagonia Chile
Patagonia Chile (Foto: CNN)
Patagonia -

Para peneliti menemukan pesisir yang jadi surga biota laut, penuh terumbu karang yang belum dicatat. Ada lebih dari 100 spesies baru ditemukan di sana sebelum punah keberadaannya, di Patagonia Chile.

Diberitakan CNN, Minggu (19/7/2020) lokasi surga biota laut ini ada di sepanjang pantai Patagonia Chile yang dikelilingi oleh pegunungan tertutup salju. Mereka hidup di terumbu karang di kawasan fjord-nya.

Spesies baru ditemukan di sini, masih ada daerah yang menunggu untuk didokumentasikan. Masalah serius mengintai surga ini.

Ahli biologi, Vreni Haussermann, tiba di Patagonia Chile pada akhir 1990-an. Ia ingin menjelajahi apa yang disebut salah satu hutan belantara terakhir di bumi.

Haussermann adalah seorang mahasiswa di Universitas Munich ketika ikut sebuah program pertukaran. Kegiatan ini memberinya kesempatan untuk belajar selama setahun di kota Concepcion, Chile tengah.

Untuk tesisnya, ia memulai perjalanan enam bulan di sepanjang garis pantai panjang negara itu dengan mitra penelitian, Gunter Forsterra, yang sekarang menjadi suaminya.

Mereka sering menyelam di sepanjang pesisir itu, dan Haussermann tertarik dengan kekayaan Patagonia. Itu adalah wilayah yang paling indah, paling terpencil.

Fjord-fjord Chile yang terisolasi diciptakan oleh lautan Pasifik dan lembah-lembahnya dibentuk oleh gletser. Garis pantai wilayah itu sekitar 80.000 kilometer panjangnya, dua kali keliling Bumi.

Patagonia ChilePatagonia Chile (Foto: CNN)

Ini adalah pekerjaan seumur hidup. Untungnya, mereka telah memiliki markas permanen sejak 2003 di Stasiun Lapangan Ilmiah Huinay di Comau Fjord untuk memulai studi mereka.

Bersama-sama mereka telah menemukan lebih dari 100 spesies baru biota laut, termasuk di dalamnya ada terumbu karang dan anemon. Tetapi, kata mereka, ekosistem itu telah berubah secara signifikan sejak dimulainya penelitian.

Haussermann mengatakan mereka menyaksikan pertumbuhan pesat tambak salmon di fjord Patagonia Chile. Kotoran ikan dan pelet makanan yang tidak dimakan mengubah nutrisi air secara dramatis.

Ganggang di sana dapat tumbuh subur hingga ada penipisan oksigen di dalam airnya. Dampak kegiatan budidaya ikan ini mengubah seluruh rantai makanan secara dramatis.

Chile adalah produsen salmon terbesar kedua di dunia. Nilai ekspornya diperkirakan sebesar USD5 miliar pada tahun 2018.

Pekerjaan Haussermann dan Forsterra telah menjadi taksonomi melawan waktu. Ada banyak spesies yang belum dideskripsikan dibanding yang telah dicatat dan sayangnya ada banyak spesies yang tidak akan pernah dicatat sebelum mereka punah.

"Kami berusaha untuk benar-benar menginventarisir kawasan itu untuk menemukan apa yang hidup di sini, di mana ia tinggal, kondisi apa yang dibutuhkannya untuk hidup dan bagaimana hal-hal berubah dengan perubahan iklim," tambah Haussermann.

Penemuan mereka berdua menarik perhatian dunia. Ketika kadar karbon dioksida di atmosfer meningkat, lautan di dunia menjadi lebih asam.

Karang air dangkal di fjord Chile sudah hidup dalam kondisi asam, itu seperti lautan dunia diprediksi pada tahun 2100. Keberadaannya jadi wawasan potensial tentang bagaimana karang di tempat lain dapat hidup di masa depan.

Di antara temuan di air dangkal adalah dua anemon baru, isoparactis fionae dan isoparactis fabiani, nama dari anak peneliti itu.

Untuk menjelajah dalam laut, mereka menggunakan alat yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) yang bisa turun hingga 500 meter. Mereka ingin menggunakan ROV yang lebih maju untuk mencapai dasar Selat Messier Channel sedalam 1.300 meter.

Berlokasi di selatan Comau, sebagian besar wilayahnya masih belum dijelajahi. Haussermann dan Forsterra rutin memberikan informasi kepada pemerintah, yang menurut mereka akan berguna pada perlindungan Patagonia Chile.



Simak Video "Chile Rusuh Saat Lockdown, Polisi Dilempari Batu Hingga Molotov"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA