Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 24 Jul 2020 12:51 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Cerita Persaudaraan Perempuan Perantau di Belanda

Ristiyanti Handayani
detikTravel
Perempuan Diaspora di Belanda
Foto: Ristiyanti Handayani/d'Traveler
Jakarta -

Wabah virus Corona membuat kami, perempuan perantau atau diaspora di Belanda, menunda berkumpul untuk bersama-sama mencicipi ke-Indonesia-an.

Beragam kisah menjadi alasan kami berkelana, merantau, dan akhirnya menetap di negeri kincir ini. Ada yang karena perkawinan campur, ada yang menjadi pekerja terdidik di bidang kesehatan, bidang IT, dan ada para pelajar.

Kami bertemu dan bersilaturahmi secara berkala menjalin semangat persaudaraan di rantau, dengan rasa dan semangat ke-Indonesia-an.

Di saat berkumpul dan bertemu, khususnya kami yang tinggal di Kota Utrecht, selain berbagi cerita suka dan duka, kami pun mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang positif, mulai dari pengajian, demo masak, permainan interaktif, piknik bersama, belanja dan bersepeda bareng serta kegiatan lainnya.

Salah satu yang senantiasa dirindu oleh kami semua, adalah memanjakan lidah kami dengan citarasa beragam masakan khas Tanah Air. Setiap kali pertemuan layaknya wisata kuliner. Beragam sajian makanan Indonesia tersaji, mulai dari mie ayam bakso, bakso cuanki, rujak asinan, pempek, cireng, es durian, martabak dan beragam kue basah lainnya.

Dampak dari corona, kami harus bersabar untuk kembali berkumpul seperti dulu. Biasanya, kami berkumpul dimulai dengan saling bertanya kabar dan aktivitas, kemudian sedikit intermezo dengan permainan atau kuis, dilanjutkan dengan mengaji bersama dan ceramah, ditutup dengan acara makan-makan dan senda gurau serta tentu saja berfoto bersama.

Bahagia rasanya ketika kami bisa ceria ngobrol dalam bahasa ibu, seakan kami sedang berada di Tanah Air. Sayangnya, banyak dari kami, yang setiap tahun liburan ke Indonesia, namun untuk tahun ini tidak jadi pergi, tentu saja hal ini disebabkan wabah corona yang melanda dunia.

Bersyukur kami, para perantau ini, masih bisa bersilaturahmi mempererat jalinan persaudaraan di negeri orang, serta bergotong royong saling membantu meringankan beban sesama saudara seperantauan.

Semoga wabah ini segera berakhir, dan kita semua kembali berkumpul dan pandemi virus Corona segera usai.



Simak Video "Kasus Corona di Dunia Tembus 30 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA