Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 21 Sep 2020 09:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Museum Inggris Tak Lagi Pajang Kepala Manusia yang Diawetkan

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Koleksi kepala manusia
Foto: Kepala manusia yang diawetkan di museum (Hugh Warwick/Pitt Rivers Museum, University of Oxford via AP)
Oxford -

Sebuah museum di Inggris memutuskan untuk tak lagi memajang koleksi awetan kepala manusia yang sudah menyusut. Ada alasan tersendiri mengapa hal ini dilakukan.

Shrunken Head alias awetan kepala manusia yang sudah menyusut jadi koleksi berharga yang dimiliki oleh Museum Pitt Rivers, milik Universitas Oxford di Inggris. Ribuan wisatawan datang ke museum ini untuk melihat koleksi eksotis tersebut.

Namun itu dulu, sekarang tidak lagi. Koleksi tersebut akan disimpan dan tidak akan dipajang lagi di display museum. Alasannya, karena museum ini sedang melakukan usaha 'dekolonialisasi' terhadap koleksi-koleksi mereka yang berasal dari negara dunia ketiga.

"Riset dari pengunjung kami menunjukkan bahwa koleksi museum yang mempertunjukkan sisa-sisa manusia sebagai benda peninggalan budaya adalah hal yang primitif dan mengerikan," ungkap Direktur Museum, Laura van Broekhoven seperti dikutip detikTravel dari AP, Senin (21/9/2020)


"Dibanding menunjukkan kepada pengunjung kami pemahaman yang lebih dalam tentang kebudayaan orang lain, display koleksi tersebut malah makin menguatkan stereotip rasisme yang tidak sesuai dengan nilai-nilai museum sekarang," imbuh Van Broekhoven.

Keputusan ini bertepatan dengan makin masifnya gerakan 'Black Lives Matter' yang digaungkan oleh para aktivis HAM. Museum sendiri sudah memulai kajian etik tentang koleksi mereka di tahun 2017.

Koleksi kepala manusiaKoleksi kepala manusia (Hugh Warwick/Pitt Rivers Museum, University of Oxford via AP)


Koleksi-koleksi eksotis tersebut, termasuk kepala manusia yang diawetkan dibawa dari seluruh penjuru dunia, dimana Kerajaan Inggris pernah menjadikan tanah itu sebagai daerah jajahannya.

Usia dari barang koleksi tersebut mencapai ratusan tahun. Total ada 120 buah benda koleksi museum yang berasal dari sisa-sisa tubuh manusia, kini sudah disimpan dan tidak dipajang lagi.


Kebetulan juga Museum Pitt Rivers sedang tutup selama pandemi Corona, sehingga ini sekalian jadi kesempatan buat para staf museum merapikan koleksi mereka. Museum akan buka kembali pada tanggal 22 September mendatang.

Awetan kepala manusia yang sudah dibuat menyusut adalah salah satu bukti nyata keberadaan suku pemburu kepala manusia yang hidup di pedalaman Asia dan belahan dunia lainnya. Biasanya mereka berburu kepala manusia dari suku lain yang jadi musuhnya. Sekarang praktek tersebut sudah ditinggalkan oleh suku-suku itu.

(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA