Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 28 Mar 2021 06:12 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Dulu Miskin, eh.. Sekarang Negeri di Balik Pegunungan Ini Makmur Tiada Tara

Bonauli
detikTravel
Negara Liechtenstein
(Getty Images) Negara Liechtenstein
Vaduz -

Nama negara ini cukup asing di kuping orang Indonesia. Tanahnya tidak lebih luas dari Jakarta Timur, tapi tajirnya ampun-ampun. Inilah Liechtenstein.

Liechtenstein menjadi salah satu negara terkecil di dunia. Luasnya hanya 160 km persegi dengan letak geografis pegunungan.

Kecil-kecil cabe rawit, negara ini disebut Double Landlocked alias terkunci dobel. Negara ini berbatasan langsung dengan Swiss dan Austria yang juga adalah Landlocked.

Dirangkum detikTravel, Liechtenstein awalnya adalah daerah pedesaan miskin di Lembah Alpen yang terdiri atas wilayah Schellenberg dan Vaduz. Pedesaan ini akhirnya dibeli oleh Pangeran Johannn Adam dari Dinasti Liechtenstein pada tahun 1699 dan 1712.

Negara LiechtensteinNegara Liechtenstein Foto: (Getty Images)

Dinasti Liechtenstein atau Das Furstenhaus von Liechtenstein merupakan salah satu dinasti aristokrat yang terpandang dan dikenal memiliki kekayaan melimpah di Kekaisaran Habsburg, Austria.

Walaupun terpandang, dinasti Liechtenstein tidak memiliki wilayah kekuasaan. Sehingga, dinasti ini tidak mendapatkan jatah satu kursi pun di parlemen Austria.

Setelah membeli dua wilayah di Pegunungan Alpen, akhirnya Dinasti Liechtenstein memiliki status penguasa suatu wilayah sebagai syarat untuk mendapatkan kursi di Parlemen Austria di Wina.

Desa miskin ini tak langsung jadi mentereng begitu dibeli oleh Liechtenstein. Butuh waktu 200 tahun sampai akhirnya seorang pangeran datang datang tinggal di sana. Ia adalah Pangeran Franz Josef II dan mulai berdomisili pada tahun 1938.


Semenjak itu, Pangeran Franz Josef II berupaya untuk mengubah wilayah miskin tersebut menjadi negara maju. Semua usaha sang pangeran tak sia-sia, karena kini Liechtenstein menjadi salah satu negara paling makmur di Eropa.

Meski di balik gunung, negara ini diakui kaya. Hal ini karena banyak perusahaan yang terdaftar dan memiliki domisili di Liechtenstein. Saking banyaknya, perusahaan ini bahkan lebih banyak dari jumlah penduduknya.

Negara LiechtensteinKastil Liechtenstein Foto: (Getty Images)

Emang berapa sih jumlah populasi di Liechtenstein? Menurut statistik tahun 2019, penduduk Liechtenstein berjumlah 38.378 jiwa. Wih!

Namun faktanya, perusahaan-perusahaan ini tak benar-benar memiliki kantor pusat di Liechtenstein. Mayoritas hanya kantor kecil untuk mengurusi administrasi dan persuratan. Makanya, Liechtenstein dijuluki Negara Po Box alias Kotak Surat.

Karena banyaknya investor, negara ini memiliki pemasukan yang melimpah. Kerajaan juga sangat disiplin dan efisien dalam mengelola anggaran negara.

Negara LiechtensteinGedung Parlemen Liechtenstein Foto: (Getty Images)

Sampai saat ini diketahui bahwa Liechtenstein merupakan negara yang tidak memiliki utang. Tak hanya kaya, negara ini sangat aman. Saking amannya, Liechtenstein tidak memiliki angkatan militer.

Berada di Pegunungan Alpen, Liechtenstein juga tak memiliki bandara. Kerajaan pun seperti tak ada niatan untuk membangun bandara. Saking kayanya enggak butuh wisatawan apa gimana nih, Liechtenstein?

Karena itu, wisatawan yang ingin liburan ke sini harus lebih dulu mampir ke Swiss. Saking kecilnya wilayah ini, turis yang datang bisa menjelajahi wilayah hanya dalam satu hari.



Simak Video "Sidang Perdana Gugatan Uni Eropa ke AstraZeneca Digelar 26 Mei"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA