Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 23 Jun 2021 09:06 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Ada Kastil Peri Misterius di Negara Tuan Rumah Euro 2020

Putu Intan
detikTravel
Kastil peri Parigala di Azerbaijan
Parigala. Foto: Interfase/Wikimedia Commons
Jakarta -

Salah satu negara tuan rumah Euro 2020, Azerbaijan punya situs misterius bernama Parigala. Kastil itu merupakan bagian dari sejarah negara Azerbaijan.

Terletak di kaki Gunung Kaukasus, Parigala tampak berdiri kokoh di atas tebing batu yang posisinya hampir vertikal. Parigala yang dalam bahasa Azerbaijan berarti kastil peri itu sudah berdiri lama yakni antara abad ke-4 dan ke-8 masehi.

Kendati berusia tua, bangunan ini tak begitu populer di kalangan masyarakat. Salah satu sebabnya karena akses menuju kastil yang sulit dan negara itu belum terlalu mengembangkan destinasi pariwisatanya.

Jika traveler datang ke sana, traveler harus naik mobil dengan trek yang sempit. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan mendaki lereng yang licin dan curam. Belum lagi jalanan juga kerap tertutup dedaunan yang berguguran dai pepohonan di hutan.

Dilansir dari Oddity Central, Rabu (23/6/2021) sampai saat ini masih sedikit orang yang mampu mencapai Parigala. Selain medan yang sulit, kastil ini juga terdiri atas fasad batu kapur yang menutup pintu masuk ke gua yang memiliki 3 kamar.

Sebenarnya dulu ada tangga menuju Parigala ini. Tangga itu terbuat dari batu kapur dan disemen dengan mortar yang sangat kuat dan melekat. Sayangnya, usai ratusan tahun, tangga ini rusak sehingga Parigala sulit diakses.

Meskipun begitu, menurut artikel yang terbit di Azerbaijan International pada 2005, ada seseorang yang mampu masuk ke Parigala. Ia adalah penduduk lokal bernama Mammad Darudov.

Mammad diketahui menjadi orang terakhir yang tercatat sanggup memanjat dinding batu Parigala pada tahun 1970-an. Setelah itu, tak ada lagi yang mampu melakukannya.

Mammad sendiri merupakan atlet gulat yang sudah menjuarai ajang itu sebanyak dua kali di Azerbaijan. Setelah mampu mencapai Parigala, ia berusaha membuat jalur pendakian ke sana.

Baginya, mendaki sampai ke Parigala bukan perkara sulit. Cukup dengan mendirikan tangga darurat dan menempatkan batang pohon tipis di dasarnya, Parigala akan mudah dijangkau.

Selanjutnya: alasan pembangunan Parigala yang misterius

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA