Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 14 Nov 2021 11:39 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Misteri Hotel Terapung di Korea Utara yang Nihil Tamu

CNN Indonesia
detikTravel
Hotel Terapung di Korea Utara.
Foto: (CNN)

Pada tahun 1989 hotel terapung memulai perjalanan keduanya, kali ini 3.400 mil ke utara.

Berganti nama menjadi Saigon Hotel -- tetapi lebih dikenal sebagai "The Floater" -- hotel ini tetap tertambat di Sungai Saigon selama hampir satu dekade.

"Hotel terapung itu menjadi sangat sukses, dan saya pikir alasannya adalah karena lokasinya tidak di antah berantah tetapi di tepi laut. Mengambang, tetapi terhubung ke daratan," kata de Jong.

Namun, pada tahun 1998, The Floater kehabisan tenaga secara finansial dan ditutup.

Alih-alih dibongkar, ia menemukan kehidupan baru yang tidak diperkirakan sebelumnya: ia dibeli oleh Korea Utara untuk menarik wisatawan ke Gunung Kumgang, daerah yang indah di dekat perbatasan dengan Korea Selatan.

"Saat itu, kedua Korea sedang mencoba membangun jembatan, mereka saling berbicara. Tapi banyak hotel di Korea Utara yang ramah turis," kata de Jong.

Setelah perjalanan sejauh 2.800 mil, hotel terapung ini siap untuk petualangan ketiganya, dengan nama baru Hotel Haegumgang.

Dibuka pada Oktober 2000 dan dikelola oleh perusahaan Korea Selatan, Hyundai Asan, yang juga mengoperasikan fasilitas lain di daerah tersebut dan menawarkan paket untuk turis Korea Selatan.

Selama bertahun-tahun, wilayah Gunung Kumgang telah menarik lebih dari 2 juta wisatawan, menurut juru bicara Hyundai Asan Park Sung-uk.

"Juga, Tur Gunung Kumgang meningkatkan rekonsiliasi antar-Korea dan menjadi titik penting untuk pertukaran antar-Korea, sebagai pusat reuni keluarga yang terpisah untuk menyembuhkan kesedihan dari perpecahan nasional," katanya.

Nihil tamu

Pada tahun 2008, seorang tentara Korea Utara menembak dan membunuh seorang wanita Korea Selatan berusia 53 tahun yang telah berkeliaran di luar batas kawasan wisata Gunung Kumgang dan masuk ke zona militer.

Akibatnya, Hyundai Asan menangguhkan semua tur, dan Hotel Haegumgang ditutup bersama dengan yang lainnya.

Tidak jelas apakah hotel ini telah beroperasi sejak saat itu, tetapi tentu saja tidak untuk turis dari Korea Selatan.

"Informasinya samar, tapi saya yakin hotel itu hanya beroperasi untuk anggota partai penguasa Korea Utara," kata de Jong.

Di Google Maps, hotel terapung itu terlihat tertambat di dermaga di kawasan Gunung Kumgang, berkarat.

Pada 2019, pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un mengunjungi kawasan wisata Gunung Kumgang dan mengkritik banyak fasilitas, termasuk Hotel Haegumgang, karena kumuh; dia memerintahkan pembongkaran banyak dari mereka sebagai bagian dari rencana untuk mendesain ulang daerah tersebut dengan gaya yang lebih sesuai dengan budaya Korea Utara.

Tapi kemudian, pandemi terjadi dan semua rencana ditunda. Tidak jelas apakah rencana untuk menghancurkan semuanya akan dilakukan dalam waktu dekat, atau tidak sama sekali.

Sementara itu hotel terapung itu masih mengambang, warisannya masih utuh. Hotel terapung itu menjadi kenangan, bahwa konsep hotel di tengah lautan bisa diwujudkan dan pernah sukses.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Korea Utara Peringati 76 Tahun Partai Buruh"
[Gambas:Video 20detik]

(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA