Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Mar 2022 10:40 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Restoran di New York Diboikot Warga Cuma Gegara Nama Berbau Rusia

Russian Tea Room
Foto: Russian Tea Room (russiantearoomnyc.com).
New York -

Sebuah restoran di New York turut jadi korban konflik Rusia-Ukraina. Restoran itu diboikot warga cuma gara-gara namanya yang berbau Rusia. Bagaimana kisahnya?

Russian Tea Room, sebuah restoran di New York, Amerika Serikat jadi korban terbaru serangan Rusia ke Ukraina. Bukan korban secara langsung, melainkan karena restoran ini diboikot oleh pelanggan karena namanya yang terafiliasi dengan negara yang menyerang Ukraina itu.

Dilansir dari CNN, Senin (7/3/2022), Russian Tea Room adalah salah satu restoran tertua di New York, Amerika Serikat (AS). Restoran tersebut terkenal telah melayani tokoh-tokoh terkenal seperti koreografer George Balanchine, seniman Salvador Dali dan komposer Leonard Bernstein, serta pernah menjadi lokasi syuting film Tootsie dan Manhattan.

Meski nama restorannya ada kata Rusia, tapi Russian Tea Room sama sekali bukan dimiliki orang Rusia. Bahkan, pengelolanya merupakan sebuah kelompok keuangan yang berbasis New York.

Menurut situs resminya, restoran itu dibuka pada tahun 1927 oleh ekspatriat Rusia kulit putih yang melarikan diri dari Bolshevik. Kemudian, kepemilikan orang Rusia diambil alih warga AS.

Namun, warga AS tetap bersikeras untuk memboikot restoran tersebut, cuma karena namanya ada kata Rusia. Sebelumnya, restoran ini tampak ramai dikunjungi orang setelah menghadiri konser di Carnegie Hall yang lokasinya hanya beberapa langkah. Pengunjung juga biasa makan di sini setelah menyaksikan pertunjukan Broadway.

Namun, Kamis lalu (3/3), restoran itu hampir kosong, dengan segelintir pelanggan yang hanya duduk di dua dari lebih dari 30 kursi jamuan berwarna merah.

Manajer restoran Russian Tea Room dan anggota stafnya semuanya menolak berkomentar ketika dikunjungi oleh seorang reporter. Kendati demikian, pemilik restoran jelas menyadari invasi Rusia ke Ukraina merugikan bisnisnya.

"Restoran ini didirikan oleh para pengungsi dengan darah Kiev, jantung dari Russian Tea Room bersama orang-orang Ukraina, tetapi kami bukanlah fokus di sini. Rusia sudah terlalu lama dibiarkan lolos dengan pembunuhan massal dan fokus harusnya tetap pada mereka yang menderita dan sekarat di Ukraina," kata pemiliknya dalam sebuah pernyataan resmi ke CNN.

Pernyataan serupa diunggah oleh situs resmi restoran, yang menyertakan warna bendera Ukraina berisi "Solidaritas dengan Ukraina" terpampang di atasnya. "Kami menentang Putin dan bersama dengan rakyat Ukraina."

Boikot warga AS terhadap perusahaan-perusahaan yang berbau-bau Rusia pun meluas jauh melampaui New York. Negara-negara bagian termasuk Ohio, Oregon dan Utah sudah mulai memboikot vodka buatan Rusia, meskipun itu hanya mewakili sebagian kecil dari vodka impor di AS.

Simak Video 'Warga Rusia di Serbia Bakar Paspor Sebagai Aksi Menentang Perang':

[Gambas:Video 20detik]



(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA