Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Apr 2022 06:12 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Sejarah Bucha, Lokasi Pembantaian Warga Ukraina oleh Tentara Rusia

Rusia Tentang Bucha:
Foto:Kota Bucha di Ukraina DW (News)
Bucha -

Bucha, begitu nama kota kecil di Ukraina ini. Nama Bucha belakangan viral karena jadi lokasi pembantaian warga sipil yang dilakukan oleh tentara Rusia. Seperti apa kisahnya?

Sebuah kota di sebelah utara Kyiv sedang disorot dunia. Nama kota itu Bucha. Bucha disorot bukan karena prestasinya, melainkan karena diduga terjadi pembantaian massal yang dilakukan oleh tentara Rusia.

Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan kekejaman tentara Rusia saat membantai warga sipil di Bucha. Mayat-mayat bergelimpangan di jalan, ditinggalkan begitu saja.

Ada yang ditembak, ada yang tangannya terikat, bahkan ada pula yang dibakar. Meski Rusia mengelak tuduhan pembantaian di Bucha, tetapi bukti foto-foto dari citra satelit menunjukkan yang sebaliknya.

Sejauh ini, ada lebih dari 400 mayat yang telah ditemukan di Bucha. Angka itu bisa bertambah menyusul penemuan-penemuan baru. Bahkan ada kuburan massal di Bucha tempat dimana tentara Rusia menguburkan para korbannya.

Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Rabu (6/4/2022), Bucha adalah kota berpenduduk 36.971 jiwa (berdasarkan sensus tahun 2021). Kota yang dibangun pada tahun 1898 ini berada di dalam wilayah administrasi provinsi Kyiv Oblast.

Kota Bucha menjadi salah satu saksi sejarah terbentuknya negara Ukraina, karena di kota ini lah pertama kali markas 1st Ukrainian Front berada selama perang dunia kedua.

Ketika perang Rusia-Ukraina terjadi, Bucha jadi garis terdepan penyerangan militer Ukraina. Akibatnya banyak tentara Rusia yang jadi korban.

Namun akhirnya Bucha jatuh ke tangan Rusia pada 12 Maret 2022, sebelum akhirnya militer Ukraina berhasil merebut kembali kota ini pada 31 Maret lalu.

Meski Bucha sedang dirundung duka, kota ini sebenarnya memiliki banyak tempat bersejarah yang sudah ada sejak abad ke 19. Terutama bagi traveler yang hobi dengan kereta api jadul. Di Bucha ada stasiun kereta yang dibangun pada abad 19 dan jadi landmark kota itu.

Saat ini, dukungan untuk mengungkap pembantaian massal di Bucha mengalir dari beberapa negara. China hingga Turki menyerukan investigasi independen terkait kasus yang mengejutkan dunia itu.

Simak Video 'Zelensky: Rusia Benar-benar Tak Ingin Perdamaian':

[Gambas:Video 20detik]



(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA