Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 20 Mei 2022 08:43 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Kerajaan Islam di Indonesia: Begini Sejarah dan Peninggalannya

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Sejumlah anak-anak berada di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Rabu (10/11/2021). Masjid Raya Baiturrahman merupakan ikon Provinsi Aceh yang termasuk dalam salah satu masjid tertua dan termegah di Asia yang dibangun abad 16 pada masa Kerajaan Sultan Iskandar Muda yang menjadi objek wisata religi bagi wisatawan domestik dan mancanegara. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww.
Masjid Raya Baiturrahman Aceh peninggalan Kasultanan Malaka. Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS
Jakarta -

Terdapat cukup banyak kerajaan Islam di Indonesia. Berikut adalah 10 kerajaan Islam tertua yang ada di berbagai pulau di Indonesia.

Setelah masa kerajaan Hindu Budha, Indonesia memasuki babak kerajaan Islam. Nusantara pada saat itu dilewati oleh lalu lintas perdagangan internasional melalui jalur laut. Perdagangan ini mendatangkan para pedagang dari berbagai negara, termasuk negara-negara yang bercorak Islam seperti Arab, Persia, dan India.

Berikut adalah ringkasan 10 kerajaan Islam di Indonesia beserta sejarah dan peninggalannya:

1. Kerajaan Perlak (840-1292)

Kerajaan Perlak atau dikenal juga dengan Kesultanan Peureulak merupakan kerajaan Islam pertama yang ada di Indonesia. Itu dilihat dari masa berdirinya kerajaan, serta didukung oleh penemuan peninggalan yang menunjukkan usia kerajaan.

Kerajaan Perlak berlokasi di Peureulak, Aceh Timur. Kerajaan ini berdiri sejak tahun 840 hingga 1292 Masehi. Pada masa itu, Perlak dikenal sebagai wilayah yang memproduksi kayu perlak. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat kapal.

Sehingga, wilayah ini ramai dikunjungi para pedagang dari berbagai negara. Seperti, Gujarat, Arab, dan Persia, yang menjadikan perkembangan Islam di wilayah ini cukup pesat. Selain itu, perkawinan campur antara para pedagang Islam dengan wanita lokal juga banyak terjadi.

Kerajaan Perlak berdiri dengan raja pertama bernama Alaidin Sayyid Maulana Aziz Syah. Di masa akhir kejayaannya, Kerajaan Perlak dipimpin oleh Muhammad Amir Syah yang mengawinkan putrinya dengan Malik Saleh. Sosok Malik Saleh inilah yang kemudian memiliki peran penting dalam berdirinya Kerajaan Samudra Pasai.

Beberapa peninggalan dari Kerajaan Perlak adalah makam salah satu Raja Benoa. Benoa merupakan sebutan bagi negara bagian Kerajaan Perlak. Diperkirakan, batu nisan pada makam yang terletak di Sungai Trenggulon ini dibuat pada abad ke-11 M.

2. Kerajaan Ternate (1257)

Kerajaan Ternate atau dikenal juga dengan sebutan Kerajaan Gapi. Merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Indonesia. Kerajaan Ternate terletak di Ternate, Maluku Utara.

Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Marhum pada 1257. Kerajaan Ternate menjadi salah satu kerajaan yang berkembang dengan pesat karena memiliki sumber rempah-rempah yang begitu besar dan militer yang kuat.

Setelah Sultan Marhum wafat, pemerintahan digantikan oleh Sultan Harun. Kemudian tahta terus berlanjut pada anaknya, Sultan Baabullah, yang membawa Kerajaan Ternate mencapai puncak kejayaannya.

Peninggalan dari Kerajaan Ternate di antaranya adalah Masjid Sultan Ternate, Keraton Kesultanan Ternate, Makam Sultan Baabullah, dan Benteng Tolukko.

3. Kerajaan Samudera Pasai (1267-1521)

Kerajaan Samudera Pasai terletak di Aceh Utara, lebih tepatnya di Kabupaten Lhokseumawe. Diperkirakan, kerajaan ini merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Perlak yang ada sebelumnya. Mengingat Meurah Silu merupakan menantu dari raja terakhir Kerajaan Perlak.

Kerajaan Samudra Pasai juga merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Indonesia. Berdiri sejak 1267, kerajaan ini didirikan oleh Meurah Silu atau yang lebih dikenal dengan Sultan Malik Al Saleh.

Samudera Pasai merupakan salah satu kerajaan Islam termahsyur. Di puncak kejayaannya, kerajaan ini menjadi pusat perdagangan dengan komoditas utama lada. Sehingga banyak saudagar dari berbagai negara datang untuk berniaga.

Kesuksesan Samudera Pasai dibuktikan oleh ditemukannya mata uang emas murni atau dirham di wilayah kerajaan. Pada masa Sultan Malik At-Tahir, mata uang ini digunakan sebagai alat tukar resmi.

Selain dirham, peninggalan sejarah lain dari kerajaan ini di antaranya yaitu Cakra Donya, makam raja-raja Pasai di Kampung Geudong, Aceh Utara, dan naskah surat-surat Sultan Zainal Abidin.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Jokowi Ajak Pengusaha Investasi di IKN: Mau di Mana? Sebelah mana?"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA