Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 22 Nov 2022 16:45 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Museum Ini Pamerkan Kegagalan di Seluruh Dunia

Tim detikcom
detikTravel
Museum of Failure
Aneka koleksi produk gagal di Museum of Failure (dok Museum of Failure)
Jakarta -

Siapa sih yang mau gagal, tidak ada kan? Namun di museum ini kamu bisa belajar dari berbagai kegagalan yang dipamerkan. Yuk lihat museumnya.

Dilihat dari websitenya, Selasa (22/11/2022) museum ini merupakan ide dari psikolog klinis dan peneliti inovasi di Universitas Lund Swedia, yang juga kurator museum, Samuel West. Dia mengumpulkan produk dan layanan gagal dari seluruh dunia, lalu mempamerkannya untuk memberikan pengalaman belajar bagi pengunjung museum.

Awalnya West tertarik dengan psikologi di balik kegagalan. Ia pun membeli beragam produk gagal untuk kebutuhannya.

Museum of Failure memamerkan benda-benda dan berbagai inovasi yang gagal.Samuel West, kurator Museum of Failure (Museum of Failure)

Sekarang lebih 159 produk gagal dipamerkan. Beberapa barang 'gagal' tersebut antara lain sofa IKEA AIR, Apple Newton, Nokia N-Gage, Sony Betamax, Harley-Davidson Perfume, Kodak Digital Camera, Google Glass, snack Pringles dan masih banyak lagi.

Ada satu produk gagal yang dianggap sebagai produk paling gila yakni kondom semprot yang sempat dijual pada tahun 2006 hingga 2008. Meski dibuat sebagai solusi beberapa masalah, kondom semprot dinilai menakutkan untuk digunakan. Aplikatornya bersuara mendesis yang keras dan proses pengeringan butuh waktu 2-3 menit.

Satu lagi yang menarik adalah Coca-Cola Blaki di tahun 2016. Coca Cola meracik ramuan soda-kopi selama dua tahun dan saat dikenalkan kepada publik mendapatkan respon yang buruk. Banyak orang megatakan jika produk ini adalah minuman terburuk yang pernah ada dan hanya bertahan 2 tahun saja di pasaran. Setelah itu produk ini tidak pernah diproduksi lagi.

Museum of FailureMuseum of Failure Foto: (dok Museum of Failure)

Meski demikian, West berpendapat, produk-produk gagal tersebut merupakan representasi dari kesediaan bisnis untuk mengambil risiko dalam berinovasi. Kita perlu ingat bahwa tak ada kesuksesan yang tidak melalui kegagalan.

"Museum of Failure bertujuan untuk merangsang diskusi produktif tentang kegagalan dan menginspirasi orang-orang untuk mengambil risiko yang bermakna," tulis Museum of Failure dalam situsnya.

[Gambas:Instagram]



Informasi untuk traveler bahwa Museum of Failure merupakan traveling museum, artinya museum berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Beberapa lokasi yang pernah menjadi persinggahan museum tersebut, seperti Swedia, Los Angeles, Paris, Shanghai, dan Minnesota. Juni tahun ini, Museum of Failure tengah diselenggarakan di Calgary, Kanada.



Simak Video "Pengamanan Demo Pembakaran Al-Qur'an di Kedubes Swedia"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA