Heracleion sebuah kota kuno Mesir yang tenggelam di bawah Laut Mediterania dan kerap disebut sebagai "Atlantis" versi nyata. Kota ini sudah lama hilang hingga kemudian ditemukan oleh arkeolog.
Di dasar laut Mediterania, sekitar 15 kilometer di sebelah barat Teluk Aboukir, Mesir, tersembunyi reruntuhan sebuah kota kuno yang selama berabad-abad dianggap hilang dari sejarah, Kota Heracleion.
Melansir arsip informasi detikTravel, Rabu (28/1/2026), kota ini disebut Thonis oleh orang Mesir Kuno, sementara orang Yunani mengenalnya sebagai Heracleion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota legendaris itu sempat terlupakan selama ribuan tahun. Kemudian, berhasil ditemukan kembali pada awal abad ke-21 oleh seorang arkeolog dan menjadi salah satu penemuan bawah laut paling penting di dunia.
Kota ini disebut-sebut sudah ada jauh sebelum keberadaan Kota Alexandria. Pada masa kejayaannya, Kota Heracleion menjadi pusat perdagangan, pelabuhan utama, dan gerbang masuk utama kapal-kapal asing yang berlayar antara Yunani dan Mesir.
Lalu kenapa kota ini dilupakan dan berakhir ditemukan di dasar laut?
Kota yang Abadi di Bawah Laut
Kota Heracleion kini sepenuhnya berada di bawah permukaan Laut Mediterania, berada pada radius 10 sampai 15 kilometer ke sebelah barat Teluk Aboukir.
Melansir situs resmi Franck Goddio, para sejarawan menyebut Kota Heracleion telah berdiri sejak abad ke-8 SM, jauh sebelum berdirinya Kota Alexandria.
Peradaban kota ini dikenal sangat maju dan pernah menjadi pusat perdagangan serta pelabuhan utama Mesir pada masanya. Namun, kejayaan tersebut tidak bertahan lama. Pada abad ke-8 Masehi, Kota Heracleion akhirnya tenggelam akibat berbagai faktor alam yang melanda kawasan tersebut.
Para ahli sejarah berpendapat bahwa Heracleion mengalami keruntuhan secara bertahap. Kondisi itu disebabkan oleh bencana alam besar seperti gempa bumi, gelombang tsunami, tanah runtuh, dan naiknya permukaan laut.
Proses runtuhnya berlangsung secara bertahap dan akhirnya kota yang juga dikenal dengan nama Thonis itu benar-benar tenggelam pada abad ke-8 Masehi.
Setelah tenggelam, kota itu nyaris lenyap dari ingatan dunia selama berabad-abad. Ingatan tentangnya hanya disebutkan secara singkat dalam teks peninggalan sejarah kuno yang belum bisa dibuktikan.
Hingga pada akhirnya di awal abad ke-21, tepatnya 2000, seorang arkeolog bawah laut Prancis Franck Goddio dari Institute Europeen d'Archeologie Sous-Marine (IEASM), berhasil menemukan kembali reruntuhan Kota Heracleion di dasar Laut Mediterania.
Penemuan itu menjadi salah satu temuan arkeologi bawah laut paling penting di abad modern.
Pusat Perdagangan dan Gerbang Masuk Pelabuhan Mesir Kuno
Sejak berdirinya sekitar abad ke-8 SM, Heracleion berkembang menjadi pelabuhan utama Mesir. Kota ini menjadi tempat pertama kapal dagang dari Yunani dan negara-negara Mediterania lainnya mendarat sebelum memasuki delta Nil. Posisinya yang strategis, membuat kota ini menjadi gerbang perdagangan era Mesir kuno.
Tidak hanya itu, Kota Heracleion juga menjadi pondasi penting dalam kehidupan religius masyarakat Mesir kuno. Di sini terdapat kuil megah untuk dewa Amun, yang menjadi pusat upacara dan ritual yang berkaitan dengan kelangsungan dinasti dan kekuasaan kerajaan.
Temuan Arkeologi di Dasar Laut
Benda-benda yang ditemukan oleh para arkeolog menggambarkan keindahan dan kejayaan Kota Heracleion. Kuil-kuil megah, patung-patung kolosal, prasasti dan elemen arsitektur, perhiasan dan koin, menjadi bukti peradaban yang membeku dalam waktu.
Dari penemuan-penemuan tersebut, ahli sejarawan kemudian melakukan penelitian. Kuantitas dan kualitas material arkeologi yang digali menunjukkan kesimpulan bahwa kota ini mengalami masa kejayaan dan puncak pendudukan pada abad ke-6 hingga ke-4 SM. Hal ini dibuktikan dari koin dan keramik yang dipercaya berasal pada periode tersebut.
Selain itu, penemuan 700 jangkar kuno dan 125 bangkai kapal berhasil diidentifikasi berasal dari abad ke-6 sampai ke-2 SM.
Dari penemuan Goddio berhasil dipetakan bahwa Kota Heracleion membentang di kelilingi oleh kuil dan jaringan kanal di dalamnya. Di dalam lanskap kota terdapat pemukiman dan tempat suci. Ditemukan juga patung-patung perunggu.
Di sisi utara Kuil Herakles, terdapat sebuah kanal besar yang mengalir dari timur ke barat kota dan menghubungkan cekungan pelabuhan dengan sebuah danau di sebelah barat.
Goddio mencatat penemuan-penemuan ini baru sekitar 5 persen dari jumlah keseluruhan peradaban yang masih tertinggal di bawah laut.
Heracleion merupakan salah satu dari banyaknya peradaban yang tenggelam, mungkin, di dasar laut yang tak terjamah masih banyak lagi kota atlantis yang belum ditemukan dan terlupakan.
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Kinerjanya Cuma Diberi Nilai 50 oleh DPR, Apa Kata Menpar Widiyanti?
Wisatawan ke Bali Turun, Koster Janji Temui Kemenhub Minta Harga Tiket Dipangkas