Maroko mungkin masih kalah populer dibandingkan Arab Saudi, Dubai, Turki atau Mesir. Padahal, tidak sulit bagi traveler Indonesia untuk masuk ke Maroko. Traveler Indonesia bebas visa ke sana begitu pula sebaliknya.
Konon ceritanya -karena tak ada catatan resmi- kemudahan itu didapatkan WNI berkat presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno. Begini ceritanya...
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, Maroko merdeka satu tahun kemudian, 1956. Di tahun 1960 Bung Karno melakukan kunjungan ke Maroko dan menjadi kepala negara pertama yang melakukan kunjungan ke Negeri Maghribi itu.
Saat ditanya oleh Raja Muhammad V, Bung Karno mau hadiah apa dari Maroko. Bung Karno menjawab ingin agar rakyat Indonesia merasa berada di rumah sendiri jika ke Maroko.
Permintaan itu dijawab dengan WNI bebas visa ke Maroko dan sebaliknya. Kemudahan itu berlaku sampai sekarang.
"Soal bebas visa itu sudah diformalkan dalam peraturan keimigrasian Indonesia yang baru, termasuk Perpres Nomor 69 tahun 2015 tentang Bebas Visa Kunjungan," kata Muhammad Hartantyo, pelaksana fungsi protokol dan konsuler KBRI Rabat, kepada detikTravel ketika berkunjung ke sana beberapa pekan lalu.
Bukti kedekatan Indonesia dan Maroko lainnya juga di Kota Rabat. Ada jalan Soekarno di kota itu. Selain itu ada Bundaran Bandung di Casablanca dan Masjid Sukarno di Kota Kenitra.
Kembali ke soal bebas visa, keistimewaan itu berlaku sampai 90 hari. Jika berencana tinggal lebih lama maka WNI bakal diminta untuk membuat kartu domisili.
(sst/sst)











































Komentar Terbanyak
Setelah Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Acara Lari, Entourage Bali Minta Maaf
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Media Asing Ikut Soroti Polemik Entourage Bali yang Diduga Diskriminasi WNI