Jakarta - Acara konvoi sepeda, banyak dilakukan di berbagai negara dan menjadi atraksi wisata. Masalahnya, bagaimana kalau acara gowes bareng-bareng ini dilakukan tanpa busana. Ups!Konvoi sepeda nyeleneh ini adalah World Naked Bike Ride, acara protes terhadap eksploitasi minyak bumi dan penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan. Selain itu, acara ini juga jadi selebrasi kekuatan dan kebebasan tubuh manusia. Yang membuatnya sangat unik dan terbilang nyentrik adalah konsep acaranya yaitu gowes sambil telanjang. 'Bare as you dare' atau telanjang seberaninya kamu menjadi tema pakaian dalam acara ini. Dari Wikipedia, Selasa (5/6/2012) ada sejumlah kota destinasi wisata yang beberapa kali menyelenggarakan festival sepeda telanjang ini. Sebut sajaΒ New York, San Francisco, Washington, di AS, dan juga Sydney, Australia dan London, Inggris. Biasanya acara ini digelar bulan Juni.Telanjang sepenuhnya atau hanya sebagian adalah salah satu syarat dalam festival ini. Tidak ada paksaan sama sekali, jika ingin telanjang bulat silakan, namun jika masih ingin memakai beberapa helai kain juga tidak dilarang. Banyak peserta yang tidak ragu untuk melepas semua pakaian dan hanya mengenakan tas. Ada juga yang masih memakai celana dalam dan bikini. Tidak ingin membosankan, ide kreatif pun timbul. Mereka mengecat tubuhnya dengan berbagai warna sehingga terlihat lebih menarik.Acara ini juga diisi dengan panggung musik, penampilan DJ dan instalasi kesenian di sepanjang rutenya. Acara yang diikuti lebih dari 50 negara ini tentu menuai kritik namun tidak menghambat jalannya festival.Peserta World Naked Bike Ride bukan berarti bebas dari terkaman polisi. Ada beberapa kasus penangkapan para peserta selama berlangsungnya acara. Kebanyakan mereka yang tertangkap dianggap mengganggu kenyamanan umum karena penampilan mereka yang tanpa busana.
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama