Wisata Religi & Main ke Hutan Mangrove di Karimunjawa
Kamis, 19 Nov 2015 11:01 WIB
Diana Paramasari
Jakarta - Liburan di Karimunjawa tidak sebatas wisata bahari saja. Di sana, traveler bisa menjelajah hutan mangrove dan wisata religi dengan ziarah ke makam Sunan Nyamplungan.Ombak setinggi 2-3 meter menyebabkan keberangkatan kapal ke Karimunjawa tertunda. Akhirnya, pagi itu kami berangkat dari Semarang dengan kapal cepat. Namun perjalanan baru 15 menit saat bule keren penghuni kelas VIP berhamburan keluar ruangan saat ombak mulai tinggi, mabuk laut.Namun semua itu terbayar saat kapal merapat ke dermaga. Pemandangan bawah laut sangat indah, bahkan bisa disaksikan mata telanjang. Tapi tentu saja kami tak melewatkan kesempatan menghabiskan sore hari dengan snorkeling di sekitar resor Nirwana.Keesokan harinya kami berlayar dengan kapal nelayan ke Pulau Gosong. Hujan deras mengguyur selama perjalanan, mengingatkan kami pada film Titanic. Setengah jam perjalanan yang diperlukan untuk menuju pulau yang hanya ada saat laut surut. Β Setelah puas bermain pasir putih dan naik banana boat di Pulau Gosong, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Menjangan, tempat penangkaran ikan hiu. Pengunjung dipersilahkan berenang di kolam hiu, hiu sirip hitam yang menghuni salah satu kolam menjadi favorit karena ukurannya tidak terlalu besar.Hiu dewasa hanya 1,6 meter. Namun jika merasa perlu tantangan yang lebih ekstrem, boleh pindah ke kolam kedua yang dipenuhi hiu berukuran besar. Konon pengunjung tidak boleh berisik ataupun terluka bila tidak ingin digigit hiu.Acara di hari ketiga adalah trekking di hutan mangrove. Perjalanan melewati jembatan kayu sepanjang 2 km itu cukup menegangkan juga saat ular hijau kecil melintas. Kami pun tiba diujung hutan mangrove di pesisir pantai, di mana penduduk tampak sibuk mencari kerang.Bayangkan harga kerang sangat murah. Satu karung hanyaΒ Rp 30 ribu. Kami pun merencanakan pesta kerang di malam hari, sate kerang dan kerang cocol saus sambal.Tak lupa kami mampir ke wisata religi, makam Sunan Nyamplungan, putra Sunan Muria, yang nama aslinya Amir Hasan. Dan satu lagi yang tidak boleh dilupakan, mencicipi lobster yang banyak dibudidayakan penduduk. Tujuan terakhir kami adalah Ujung Gelam. Pantai dengan karang-karang besar. Menikmati kelapa muda di atas hamparan pasir putih, terasa segar sekali!












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru