Melongok Gedung Antik Bank Indonesia Medan
Kamis, 24 Des 2015 08:19 WIB
Rudi Chandra
Jakarta - Liburan panjang Natal di Medan, enaknya menikmati aneka bangunan tua dan antik. Di sana ada gedung Bank Indonesia, peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri.Gedung Bank Indonesia di Jalan Balai Kota No 4, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri hingga saat ini. Gedung ini dibangun pada tahun 1906 dan ditangani oleh Hulswit, Fermost dan Cuypers sebagai arsiteknya. Pembangunannya sendiri selesai dalam waktu satu tahun. Gaya arsitektur bangunannya menunjukkan ciri arsitektur yang mengikuti ciri arsitektur Eropa yang khas pada zamannya, ini dapat dilihat dari adanya kubah yang ada di puncak atap bangunan.Kubah ini pernah dihilangkan pada tahun 1956, lalu bangun kembali ketika dilakukan restorasi besar pada tahun 2002. Di menara bangunan ini juga terdapat sebuah bel yang merupakan sumbangan dari Tjong A Fie, seorang pengusaha ternama sekaligus pemimpin komunitas Tionghoa di Kota Medan pada awal abad ke-20.Dulunya gedung ini merupakan pusat bank Belanda di Medan yang bernama De Javasche Bank. Kantor iniΒ mulai dibuka pada tanggal 30 Juli 1907 bersamaan dengan Kantor Cabang Tanjung Balai dan Tanjung Pura yang masing-masing dibuka pada tanggal 15 Januari 1908 dan 3 Februari 1908. Namun, akibat adanya pengaruh resesi dunia tahun 1930-an, akhirnya Kantor Cabang Tanjung Balai dan Tanjung Pura terpaksa ditutup.Setelah era kemerdekaan, De Javasche Bank dinasionalisasi oleh Presiden Soekarno menjadi Bank Indonesia, yang berfungsi sebagai Bank Sentral dan Komersial sesuai dengan Undang-Undang (UU) Bank Sentral Tahun 1953. Dengan perubahan tersebut, De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia Medan dan masih digunakan hingga saat ini.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh