Pengalaman Gagal Motret Gerhana Matahari Total
Jumat, 11 Mar 2016 14:39 WIB
Van Alvin
Jakarta - Momen Gerhana Matahari Total jadi buruan banyak wisatawan. Namun sayang, tidak sedikit yang gagal mengabadikannya karena kesalahan teknik atau terkendala alat.Fenomena gerhana matahari yang terjadi di Indonesia pada hari Rabu (9/3/2016) benar-benar menyedot perhatian warga lokal dan turis mancanegara. Mereka berbondong-bondong menuju ke lokasi yang menjadi titik pengamatan proses terjadinya gerhana matahari yang fenomenal tersebut.Ada yang hanya sekadar menyaksikan, namun tidak sedikit pula yang ingin mengabadikan momen langka itu dengan kamera atau gadget yang dibawa. Tapi tidak semua yang ingin memotret kejadian itu berhasil lho. Banyak yang kecewa karena foto gerhana matahari hasil jepretannya tidak sesuai harapan karena persiapan dan perlengkapan yang kurang memadai.Seperti beberapa orang yang saya jumpai ketika sedang memotret gerhana matahari sebagian (GMS) di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Seorang bapak yang ingin mengabadikan momen itu dengan kamera ponselnya harus kecewa dengan hasil jepretannya.Fitur kamera ponsel yang serba auto dan lensa yang tidak memiliki fungsi tele, membuat foto yang dihasilkan hanya berupa foto pemandangan siluet objek yang ada di sekitarnya saja. Meski matahari sudah tertutup bayangan bulan, namun yang terlihat di ponsel tetaplah matahari yang terang benderang dan berukuran sangat kecil.Lain lagi pengalaman Theo dan Kris. Dua warga Pamulang ini membekali diri dengan peralatan kamera DSLR dan lensa tele yang cukup canggih saat pemotretan. Namun hal tersebut tidak menjadi jaminan.Mereka juga gagal mengabadikan proses terjadinya gerhana lantaran tidak membekali peralatan canggihnya dengan filter Neutral Density (ND) yang mumpuni untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang sangat tinggi."Gak dapat mas. Begini semua hasilnya," kata Kris, sambil menunjukkan hasil jepretanya.Kasihan melihat usaha yang sudah dilakukan, saya pun meminjamkan potongan film rontgen yang saya manfaatkan sebagai filter ND. Kebetulan saya membawa lebih, jadi bisa berbagi kepada mereka.Sebuah pesan singkat dari seorang teman yang juga anggota komunitas d'Traveler masuk ke ponsel saya sesaat setelah saya memposting foto hasil jepretan gerhana ke grup tersebut."Mas, ambil foto gerhananya pakai settingan mode apa di kameranya?" begitu tanya teman tersebut.Sayangnya karena asyik motret, pesan tersebut baru saya baca ketika saya selesai memotret gerhana. Walhasil, teman saya juga gagal mengabadikan proses terjadinya gerhana dengan kameranya karena tidak tahu tips yang tepat untuk memotret peristiwa itu.Itulah pengalaman dari beberapa orang yang gagal mengabadikan kejadian langka gerhana matahari dengan gadgetnya. Apakah Anda juga termasuk di antaranya? Jika iya, semoga Anda bisa mempersiapkan peralatan dengan lebih baik lagi jika punya kesempatan lainnya untuk mengabadikan gerhana matahari di Indonesia.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru