Kawasan Kota Tua Jakarta yang Perlu Ditata

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kawasan Kota Tua Jakarta yang Perlu Ditata

ALAMSYAH ALAMSYAH - detikTravel
Rabu, 08 Mar 2017 10:40 WIB
Jakarta - Destinasi Kota Tua Jakarta memang menarik untuk dikunjungi. Namun, perlu penataan lebih banyak lagi di berbagai bidang agar wisatawan makin nyaman.Minggu kedua bulan Januari, saya mengajak keluarga kecil saya jalan-jalan ke Kota Tua Jakarta. Walaupun saya sudah lama tinggal di Bekasi, tapi belum pernah ke Kota Tua. Akhirnya kesempatan itu datang juga.Untuk ke Kota Tua disarankan naik Trans Jakarta karena lebih cepat, murah, dan mudah. Jangan membawa kendaraan sendiri seperti saya karena macet dan susah sekali mencari tempat parkir kendaraan. Setelah muter-muter, akhirnya ketemu parkiran pinggir jalan yang lokasinya cukup jauh dari tempat tujuan kami. Akhirnya kami harus berjalan kaki lumayan jauh.Kota Tua ternyata luar biasa ramai dan penuh sesak, hampir tidak ada tempat yang kosong. Semua berkumpul di lapangan terbuka di depan Museum Fatahillah. Saya sampai bertanya dalam hati apakah setiap hari khususnya weekend seperti ini ramainya?Pengunjung didominasi remaja. Kebanyakan berasal dari luar kota Jakarta, seperti Bekasi, Bogor, Tangerang dan kota lainnya. Hal ini dimungkinkan karena kemudahan akses yaitu lewat Trans Jakarta atau kereta api jurusan Stasiun Kota yang sudah langsung sampai di kawasan Kota Tua. Aktivitas utama hampir semua pengunjung adalah berfoto dengan latar belakang gedung-gedung di kota tua. Selain berfoto, ada juga pengunjung yang naik sepeda yang disewakan. Selain gedung gedung tua, yang menjadi objek foto favorit pengunjung adalah berfoto dengan 'manusia patung' dengan berbagai model dan kostum seperti putri salju, tentara, orang terbang, dll.Setelah berfoto, pengunjung dapat memberikan atau memasukan uang seiklasnya di tempat yang telah disediakan. Tidak ketinggalan anak saya juga berfoto dengan manusia patung.Walaupun dari Pemda DKI sudah menempatkan petugas Satpol PP, tetapi masih ada saja penjual yang berkeliaran di dalam area terlarang dengan cara 'mengakali' petugas, yaitu dengan menawarkan dagangannya hanya dengan membawa sampel produk, misalnya kopi/minuman instan, jika pengunjung membeli, maka dia akan meninggalkan 'tanda' di dekat pemesan, kemudian si pedagang pergi untuk mengambil pesanan pengunjung.Selain itu pengamen juga banyak terlihat di sana yang sepertinya 'bebas' beraksi. Satu hal yang membuat paling tidak nyaman adalah kebersihan sangat kurang, sampah-sampah banyak berserakan karena pengunjung sangat ramai dan tidak tertib dalam membuang sampah. Tidak terlihat petugas kebersihan (pasukan orange yang terkenal), yang lalu lalang di lokasi untuk membersihkan sampah-sampah.Kekurangan lain yang membuat kurang nyaman adalah toilet. Toilet umum sangat kurang di sekitar lokasi strategis. Walaupun dari Pemda sudah menyediakan toilet portable, tapi tidak mencukupi karena membludaknya pengunjung. Akhirnya banyak pengunjung harus menggunakan toilet salah satu minimarket yang terletak di sekitar museum.Di masa depan, kebersihan lokasi, penataan ruang publik, ketersedian fasilitas mendasar seperti toilet harusnya lebih ditingkatkan, karena kawasan Kota Tua sangat potensial untuk destinasi wisata sejarah dan juga edukasi. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads