Manajemen Krisis Jadi Prioritas Kemenpar Hadapi Bencana

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Manajemen Krisis Jadi Prioritas Kemenpar Hadapi Bencana

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Kamis, 12 Jul 2018 10:20 WIB
Ilustrasi erupsi Gunung Agung, Bali (Reuters)
Jakarta -
Bencana, baik alam maupun non alam, pasti meninggalkan dampak, terutama bagi pariwisata. Manajemen krisis pun jadi prioritas Kemenpar agar dampak ini bisa berkurang.
Yang namanya bencana, pasti tidak bisa kita hindari. Yang bisa kita lakukan hanyalah mengatur agar krisis tersebut bisa segera ditangani, dan tidak berlarut-larut.
Manajemen Krisis Kepariwisataan pun jadi prioritas Kemenpar untuk segera diselesaikan, terutama bila ada bencana baik alam maupun non alam. Apabila ada wisatawan yang terdampak akibat bencana tersebut, mereka bisa mendapat solusi atas musibah yang menimpanya.
"Penanganan manajemen krisis kepariwisataan adalah prioritas pertama kami. Krisis itu harus dihadapi. Krisis ini kalau tidak dikelola dengan baik, potensinya bisa mengganggu kinerja target kepariwisataan itu sendiri," kata Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar dalam acara Silaturahmi dengan Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Restoran Handayani Prima, Jakarta, Rabu (11/7/2018) malam.

Silaturahmi dengan Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar)Silaturahmi Kemenpar dengan Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) (Wahyu/detikTravel)

Tonton juga video: 'Asyiknya Bersantai di Pinggir Kali Besar Kota Tua'

[Gambas:Video 20detik]


Guntur pun mencontohkan bencana yang baru-baru ini terjadi, yaitu erupsi Gunung Agung. Untuk manajemen krisis bencana ini, Tim Krisis Center Kemenpar bekerja sama dengan Tim Bali Tourism Hospitality sudah menyiapkan strategi dan langkah-langkah khusus.
"Ada 3 hal yang kami tawarkan. Re-route, refund, dan reschedule. Saat bandara Bali tutup, kalau ada wisatawan mau re-route, kita gratiskan bus ke Surabaya via Banyuwangi. Kita juga berikan makan gratis. Untuk yang mau reschedule, ada kebijakan one night free dari pihak hotel. Harus ada emotional touch dan servis ke wisatawan yang terdampak bencana," imbuh Guntur.
Cara tersebut menurut Guntur adalah salah satu bentuk pelayanan yang diberikan agar wisatawan terkesan. Apalagi Bali merupakan tulang punggung pariwisata Indonesia, begitu pun dengan daerah lain di Indonesia.
"Itu adalah salah satu cara Indonesia memberi kesan kepada wisatawan. Apalagi Bali sebagai backbone, harus punya citra yang baik," tutupnya.


Manajemen Krisis Jadi Prioritas Kemenpar Hadapi Bencana
(wsw/aff)

Hide Ads