Pakaian yang Membuat Anda Diusir dari Pesawat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pakaian yang Membuat Anda Diusir dari Pesawat

Faela Shafa - detikTravel
Senin, 27 Agu 2012 12:10 WIB
Pakaian yang Membuat Anda Diusir dari Pesawat
Kaus bergambar Bush membuat seorang pria ditolak naik pesawat (news.com)
Jakarta - Saat traveling dengan pesawat, penumpang memilih baju yang nyaman, apalagi jika penerbangan cukup lama. Namun, Anda bisa ditangkap atau diusir jika memakai baju yang kontroversial.

Dilansir dari News.com, Senin (27/8/2012), kaus bertuliskan kata-kata berbahaya atau kotor bisa menyebabkan penumpang diusir atau ditolak untuk terbang. Pilot maskapai American Airlines pernah menegur seorang wanita yang menggunakan kaus bertuliskan kata makian. Ia diperbolehkan naik pesawat setelah menutupi kata tersebut dengan syal.

Suatu waktu, ada juga penumpang yang dilarang naik pesawat karena memakai baju berbelahan dada terlalu rendah. Memang, sebenarnya tidak ada peraturan tertulis mengenai pakaian yang boleh dan tidak boleh digunakan penumpang pesawat. Tapi saat pakaian mereka dianggap menganggu ketenangan dan keamanan sekitar, maka hadirlah peraturan tak tertulis mengenai dresscode di bandara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti di restoran, jika ada yang mengumpat, petugas akan menyuruh mereka keluar ruangan dengan baik-baik," ujar pengacara penerbangan dan Kepala Konsulat di US Federal Aviation Administration, Kenneth Quinn.

Minggu lalu, seorang pria lulusan Arizona State University bernama Arijit Guha, dilarang naik pesawat Delta karena menggunakan kaus bertuliskan kata-kata yang dianggap mengejek agen keamanan. Selain itu, di kaus itu juga terulis, "Terrist gonna kill us all" dengan kata 'Terorrist' yang sengaja dibuat salah eja.

"American Airlines dan Delta hanya menjalankan hak mereka untuk menyuruh penumpangnya mengganti pakaian yang mengandung kata-kata dan gambar yang bersifat politis," ucap pengacara dari Amandemen Pertama Konstitusi AS, Joe Larsen.

Seorang pria bernama Allen Jasson ditolak naik pesawat Qantas di Bandara Melbourne yang akan terbang ke London. Staf bandara menolak Jasson karena ia memakai baju bergambar mantan Presiden AS, George Bush dan bertuliskan World's #1 Terrorist (teroris nomor satu di dunia).

Amandemen Pertama Konstitusi AS melarang pemerintah untuk membatasi kebebasan seseorang untuk mengeluarkan pendapat. Namun hal ini tidak berlaku di maskapai-maskapai yang dijalankan oleh perusahaan pribadi. Menurut Joe, aparat keamanan pemerintah di bandara tidak mengkonfrontasi Arijit, melainkan pihak Delta yang melarangnya.

Tahun lalu, seorang pria ditangkap di Bandara Internasional San Francisco karena ia menolak menarik celana yang berpinggang terlalu rendah. Jaksa setempat menolak untuk menjatuhkan hukuman kepada pria bernama Deshon Marman yang juga merupakan pemain sepak bola di University of New Mexico. Menurut pengacara Marman, mereka tidak bisa menahan orang yang memiliki cara berpakaian sedikit beda dengan yang lainnya.

Beda lagi dengan tanggapan juru bicara US Airways, John McDonald. Ia mengatakan, maskapai tidak memiiki dresscode, namun mereka bisa menegur penumpang yang berpakaian tidak biasa dan dianggap menganggu kenyamanan dan keamanan orang di sekitarnya.

Penumpang bernama John Gordon mengaku bahwa kaus yang bertuliskan kata-kata makian selalu mengganggu mata. Sedangkan penumpang lain bernama Leigh Ann Epperson, yang juga seorang pengacara memiliki pendapat berbeda. Ia tidak masalah dengan kata-kata makian. Menurutnya, para penumpang membayar tiket dengan uang mereka, maka mereka bisa bebas memakai pakaian apa saja. Bagaimana menurut Anda?

(shf/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads