"BPS mencatat kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mengalami peningkatan yang cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin dalam acara penandatanganan Momerandum of Understranding (MoU) antara BPS dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Menurutnya, melalui program Visit Indonesia, jumlah wisman yang datang ke Indonesia telah mencapai rekor tertinggi, yaitu melebihi 7 juta wisman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara itu, dilakukan penandatangan nota kesepahaman tentang pemanfaatan dan pengembangan data dan informasi statistik pariwisata dan ekonomi kreatif, antara BPS dan Kemenparekraf.
"Dengan kerjasama ini, kita jadi bisa tahu berapa lama mereka (wisman) menginap, dan kegiatan yang bisa dilakukan," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu dalam acara yang sama.
Mari juga menambahkan, dengan kerjasama ini, kementerian juga jadi bisa mengetahui minat wisatawan domestik. Berbagai fasilitas pun bisa ditingkatkan untuk kenyamanan turis, agar mau datang ke destinasi wisata tersebut.
"Misalnya Sulsel, penduduk sana biasanya senang wisata keluar daerah, tapi mungkin tidak dengan penduduk daerah lain. Nah, dengan statistik, kita bisa mencarikan strategi agar mereka mau wisata keluar," jelas Mari.
Sebelum menutup, Mari pun menyampaikan rasa optimisnya kalau melalui kesepakatan ini, statistik wisatawan yang datang ke Indonesia akan meningkat.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong