Mendorong Batik Agar Bergaung di Dunia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mendorong Batik Agar Bergaung di Dunia

Fitraya Ramadhanny - detikTravel
Kamis, 04 Okt 2012 06:44 WIB
Mendorong Batik Agar Bergaung di Dunia
Batik di Pusat Grosir Batik Trusmi, Cirebon (Fitraya/detikTravel)
Jakarta - Saat Hari Batik Nasional, masyarakat memakai baju batik penuh cinta. Batik pun kini menjadi suvenir favorit wisatawan dalam dan luar negeri. Gerakan #BatikDay lahir agar batik Indonesia semakin dikenal dunia.

Ini adalah tahun ke-4 sejak UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai warisan dunia non-benda. Nah gerakan #BatikDay diharapkan menjadi momentum pelestarian dan pengenalan batik kepada dunia internasional.

Salah satu inisiator gerakan #BatikDay, Shinta Dhanuwardoyo yang juga seorang praktisi industri digital di Indonesia mengatakan mereka ingin masyarakat Indonesia lebih dari sekedar memakai. Masyarakatnya diharapkan juga mengenal sejarahnya, mengetahui arti dan filosofi motif-motifnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga kecintaannya terhadap batik bukan karena reaksi persaingan akan gugatan kepemilikan batik oleh negara lain, tetapi karena memang merasa memiliki. Sayang sekali jika lembaga dunia sudah mengakui, namun yang tahu hanya di lokalnya saja. Oleh karena itu, pada gerakan ini kami menggunakan bahasa Inggris, Batik Day, dan bukan Hari Batik agar dunia internasional lebih mudah terpapar informasi menenai batik Indonesia," kata Shinta dalam rilis #BatikDay yang diterima detikTravel, Kamis (4/10/2012).

Gerakan #BatikDay melibatkan beberapa blogger internasional dan nasional. Ada juga kompetisi desain nuansa batik di portal-portal nasional, aplikasi desain batik untuk Facebook. Situs batikday.com sudah mulai diakses pada 1 Oktober sebagai pusat publikasi #BatikDay dan pusat informasi batik Indonesia.

"Kami mengajak banyak pihak untuk gerakan ini. Desainer website, desainer aplikasi media sosial, pengusaha batik, desainer fashion dan banyak lainnya agar gerakan ini semakin dimiliki oleh masyarakat Indonesia," jelasnya.

#BatikDay juga mengungkapkan kalau Menparekraf Mari Elka Pangestu sempat berujar kepada mereka mengenai perkembangan batik sebagai bagian dari industri ekonomi kreatif. Sekitar 30-40 persen industri ekonomi kreatif Indonesia disemarakkan dengan usaha batik. Batik telah berevolusi dari teknik pembuatannya dan masyarakat mengapresiasi batik dalam kehidupan mereka.

"Saat ini, yang terpenting juga adalah bagaimana menyediakan wadah yang tepat agar masyarakat, terutama orang-orang muda dapat belajar memproduksi batik dan kemudian mengembangkannya dan memiliki keyakinan bahwa batik pun dapat menjadi sumber penghidupan yang layak bagi mereka," kata Mari.

(fay/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads