Ini adalah tahun ke-4 sejak UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai warisan dunia non-benda. Nah gerakan #BatikDay diharapkan menjadi momentum pelestarian dan pengenalan batik kepada dunia internasional.
Salah satu inisiator gerakan #BatikDay, Shinta Dhanuwardoyo yang juga seorang praktisi industri digital di Indonesia mengatakan mereka ingin masyarakat Indonesia lebih dari sekedar memakai. Masyarakatnya diharapkan juga mengenal sejarahnya, mengetahui arti dan filosofi motif-motifnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gerakan #BatikDay melibatkan beberapa blogger internasional dan nasional. Ada juga kompetisi desain nuansa batik di portal-portal nasional, aplikasi desain batik untuk Facebook. Situs batikday.com sudah mulai diakses pada 1 Oktober sebagai pusat publikasi #BatikDay dan pusat informasi batik Indonesia.
"Kami mengajak banyak pihak untuk gerakan ini. Desainer website, desainer aplikasi media sosial, pengusaha batik, desainer fashion dan banyak lainnya agar gerakan ini semakin dimiliki oleh masyarakat Indonesia," jelasnya.
#BatikDay juga mengungkapkan kalau Menparekraf Mari Elka Pangestu sempat berujar kepada mereka mengenai perkembangan batik sebagai bagian dari industri ekonomi kreatif. Sekitar 30-40 persen industri ekonomi kreatif Indonesia disemarakkan dengan usaha batik. Batik telah berevolusi dari teknik pembuatannya dan masyarakat mengapresiasi batik dalam kehidupan mereka.
"Saat ini, yang terpenting juga adalah bagaimana menyediakan wadah yang tepat agar masyarakat, terutama orang-orang muda dapat belajar memproduksi batik dan kemudian mengembangkannya dan memiliki keyakinan bahwa batik pun dapat menjadi sumber penghidupan yang layak bagi mereka," kata Mari.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Potret IKN Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan, Jadi Ibu Kota 2028