"Kata siapa ke Raja Ampat mahal? Nggak kok, murah ke sana," kata Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo kepada detikTravel setelah jumpa pers Festival Budaya Raja Ampat di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Menurutnya, yang disebut-sebut mahal menuju Raja Ampat adalah biaya resor alias penginapan. Kebanyakan resor di sana memang disewakan mahal, bahkan sampai Rp 5 jutaan. Tapi itu tidak perlu dikawatirkan oleh wisatawan, karena masih ada penginapan lain yang sangat murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ya, penginapan di Raja Ampat memang cukup berbeda dari penginapan yang ada di tempat lain. Di sini, turis diminta untuk membayar penginapan dengan harga per orang bukan per kamar. Meski demikian, harga ini sudah terhitung murah karena satu alasan.
"Harga itu sudah termasuk makan ya," ucap Yusdi.
Lalu bagaimana dengan transportasi? Nah, untuk akses kini sudah banyak pesawat yang menyediakan penerbangan ke Raja Ampat. Ada yang terbang dari Jakarta kemudian transit di Makassar-Sorong, ada pula yang Manado-Sorong.
"Pesawat kita juga tidak terlalu mahal, saya ke sini naik pesawat Ekspress cuma Rp 1,4 juta one way," jelas Yusdi.
Dari Sorong, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan kapal cepat atau boat selama 2 jam. Biaya untuk menyeberang dari Sorong menuju Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat sekaligus gerbang masuknya, seharga Rp 120 ribu saja. Memang, hingga kini belum ada penerbangan langsung untuk menuju ke Raja Ampat.
"Kita punya 4-5 bandara besar, tapi tidak cukup untuk pesawat besar, hanya untuk perintis," jelas Bupati Raja Ampat, Marcus Wanma.
Hal lain yang biasa disebut-sebut mahal di Raja Ampat adalah snorkeling dan diving. Ternyata, biaya untuk menyelami keindahan alam bawah laut Raja Ampat pun bisa dibilang tidak terlalu mahal. Untuk paket diving lengkap dengan alat, Anda dikenai biaya Rp 400.000.
"Untuk menyewa snorkeling seharga Rp 50.000," tutup Yusdi.
Lalu, masih mahalkah ke Raja Ampat?
(ptr/sst)












































Komentar Terbanyak
Sumut Dilanda Banjir Parah, Walhi Soroti Maraknya Deforestasi
Viral Tumbler Penumpang Raib Setelah Tertinggal di KRL, KAI Sampaikan Penjelasan
Agen Travel China Pusing, 90% Wisatawan Batalkan Liburan ke Jepang, Minta Refund