Dari Sydney Morning Herald, Selasa (16/10/2012), kasus ini menimpa seorang warga Queensland, Australia, yang bernama Wayne Aviason. Pria ini mengaku kesal dengan layanan maskapai penerbangan Scoot, salah satu maskapai penerbangan Singapura. Sebabnya, dia terdampar lebih dari 5 jam di Singapura, saat maskapai tersebut delay dalam penerbangannya ke Bangkok.
Rupanya, pada tanggal 25 September lalu, Aviason memposting kekecewaanya lewat Facebook. Dia menulis tentang pesawat yang delay dan maskapai tersebut yang tidak memberikan akomodasi yang baik untuk bermalam. Anaknya pun memberikan tanggapan di Facebook, untuk melakukan komplain saat berpergian lagi dengan pesawat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mempunyai kewajiban untuk melindungi keamanan penumpang dan staff penerbangan, serta serius dalam setiap ancaman," kata juru bicara maskapai kepada The Age.
Aviason kembali memposting tanggapan tersebut di Facebook. Menurutnya, hal itu adalah hanyalah sebuah lelucon saja. Dirinya pun berpendapat bahwa maskapai Scoot melarangnya terbang karena telah banyak keluhan darinya tentang pelayanan yang kurang memuaskan. Meski demikian, dia belum menghapus postingnya di Facebook tentang ancaman untuk membajak pesawat tersebut.
Akan tetapi, maskapai Scoot membantah melayangkan hukuman terhadap keluhan pria Australia ini. Pihak maskapai hanya berkewajiban untuk menghadapi ancaman yang serius.
Pihak maskapai juga telah melihat postingan Aviason di facebook. Pihak maskapai mengeluhkan Facebook Aviason tidak dikunci, sehingga postingannya bisa dibaca semua orang.
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong