Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar membuka Festival Raja Ampat 2012 hari ini, Kamis (18/10/2012). Keindahan Raja Ampat dipromosikan lewat kegiatan festival budaya dan bahari nusantara seperti yang sedang berlangsung ini.
"Di Maladewa menyelam berpuluh kaki belum ada ikannya. Sementara di Raja Ampat, kita nyelupin kaki sudah ada ikannya," canda Sapta saat menyampaikan pidato pembukaan Festival Raja Ampat di Pantai Waisai Tercinta, Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (18/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Festival Raja Ampat juga disemarakkan dengan lomba foto wisata, perahu hias, wisata kuliner nasional, dan pameran seni kerajinan tangan tradisional. Berbagai kerajinan tangan masyarakat dipamerkan di stand yang terletak di Pantai Waisai Tercinta. Seperti anyaman topi, anyaman tikar, anyaman tas noken, kerajinan tempurung kelapa, kerajinan kulit mutiara dan lain-lain.
Selain itu, acara ini juga disempurnakan dengan diselenggarakannya pentas seni dan budaya masyarakat. Juga digelar pameran potensi wisata daerah yang memang didominasi wisata bahari. Aneka macam wisata bahari yang ditawarkan antara lain cruising, snorkeling, kunjungan ke pulau wisata, menikmati keindahan lanskap pulau karst, plus bird watching.
Kepulauan Raja Ampat dikenal dengan keindahan bawah lautnya. Menurut Gubernur Papua Barat, saat ini wisatawan yang berwisata ke Raja Ampat sudah mencapai 15.158 orang. Sapta yakin wisata Raja Ampat akan semakin dikenal dunia. Apalagi akses ke Raja Ampat terus ditingkatkan.
"Saya surprise sekarang akses penerbangan sudah gampang banget. Daripada Singapura ke Maladewa lebih mudah Jakarta ke sini," katanya.
Pandangan senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo. Menurutnya Raja Ampat sudah maju pesat hanya dalam 9 tahun.
"Raja Ampat ini orang lupa, kita baru 9 tahun daerah pemekaran baru di mana-mana kendalanya adalah infrastruktur. Tadi Pak Wamen bilang kalau membangun pariwisata harus multisektor. Kendala kami pasti akses berita. Kedua contohnya kalau orang ke Raja Ampat harus nabung banyak dulu. Pada saat normal Rp 4 juta PP, pada saat musin liburan naik dua kali lipat. Ini kendala di wilayah Timur, akses nomor satu kita prioritaskan. Kita harap investor datang ke Raja Ampat," kata Yusdi saat ditemui terpisah.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
DPR Pertanyakan Harga Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran, Aneh Bin Ajaib